
Kini Naura dan Michael telah duduk di hadapan penghulu bersama ayah Renu sebagai wali nikah putrinya
"Baikalah apakah tidak ada intrupsi atau semacamnya atau kedua pihak mempelai merasa keberatan dengan pernikahan ini." tanya pak penghulu sebelum memulai ijab kabul
Tidak ada jawab serempak semua orang tua yang berada di ruangan tersebut walaupun membuat pak penghulu menelan silvanya
"Baiklah karena semua sudah sepakat kita akan memulai ijab kabul." ucap pak penghulu sambil menjabat tangan tuan Renu
Sementara itu di kediaman tuan Renu tampak istri tuan Renu dan anak tirinya sedang duduk di ruang tamu menunggu kepulangan Naura
"Ibu ayah tadi menelepon hanya menanyakan keberadaan Naura saja." tanya gadis tersebut yang bernama Amel
"Iya tapi ibu mengatakan bahwa Naura sedang belajar." ucap istri pak Renu yang bernama Mila
"Terus bagaimana jika Naura belum pulang saat bapak sudah pulang." tanya Amel
"Kita akan menunggu dia kembali tapi jika dia tak kembali kita akan mengatakan bahwa Naura kabur dari rumah bersama seorang pria." ucap ibu Mila
"Tapi bagaimana saat kita mengatakan bahwa Naura kabur bersama seorang pria tapi Naura kemudian kembali." tanya Amel
"Tenang saja aku sudah menyuruh seseorang untuk menculik Naura jika dia terlihat di sekitar kita." ucap Mila sambil tersenyum penuh arti
Sementara itu di sebuah Kamar mewah tampak sepasang suami istri sedang malu-malu kucing setelah kepergian para pelayan stelah pakain pernikahan yang mereka kenakan di lepaskan oleh pelayan
"Akhirnya kita bisa berduaan." ucap Bastian dengan memandang genit ke arah Yena yang tersenyum sambil menunduk
Mendengar perkataan bantuan membuat Yena panas dingin di buatnya
"Tapi ini masih siang lagi pula kita juga masih harus bersiap untuk acar sebentar malam." ucap yena
Bastian melihat jam didinding lalu beralih menatap istrinya
"Tapi sayang ini masih siang kita masih bisa melakukannya beberapa ronde sebelum para pelayan kembali untuk merias kita." ucap Bastian
Sontak saja ucapan mesum Bastian membuta wajah Yena langsung merah, Yena tak mampu berkata Apapun lagi menghadapi kemesuman Bastian
"Kenapa kau jadi sangat mesum padahal ku pikir kau pria yang pendiam dan lugu serta polos." ucap Yena
Bastia tertawa terbahak-bahak mendengar kepolosan istrinya
"Sayang semua pria normal bila berhadapan dengan wanita yang dia cintai pasti akan berpikir mesum apalagi ini sudah sah sebagai suami istri." ucap Bastian
Yena semakin menunduk mendengar perkataan Bastian yang seolah-olah tak malu atas apa yang di katakan nya
Bastian semakin mendekat kini wajah Mereka sudah tak memiliki jarak apapun lagi Bastian langsung mencium bibir Yena sementara Yena yang baru merasakan ciuman hanya bisa membeku menutup mulutnya rapat tanpa reaksi apapun membuat Bastian semakin gemas Bastian melancarkan aksinya dengan mengigit bibir mungil Yena membuat Yena langsung membuka mulutnya sehingga membuat Bastian leluasa masuk lebih dalam membelit lidah Yena tanpa sadar Yena sudah mengikuti permainan Bastian kini tubuh Yena sudah terbaring di ranjang dan tangan Bastian mulai membuka satu persatu pakain milik Yena tanpa yang punya sadar bahwa saat ini dia hanya memakai dalam saja
Melihat Yena sudah terbuai dengan permainannya Bastian mulai membuka bungkusan gundukan kenyal milik Yena.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya