Princess Briana

Princess Briana
97



Para pengawal Alvin langsung menangkap Melia dan panglima kenda


"Kurung panglima Kenda di ruangan yang biasa dia gunakan untuk menghukum orang." ucap Alvin


"Aku mohon lepaskan aku jangan bawa aku ke sana." ucap panglima Kenda mengiba


"Apa melepaskan mu halo bagaiman kabar orang-orang yang sudah keu siksa sampai Mati." ucap Rendra mentap jengah pada panglima Kenda sok teraniaya


"Tolong bebaskan aku, aku sedang mengandung tolong lah aku." ucap Melia berusaha merayu


"Kau tentang saja aku tak segila itu menyiksanya wanita hamil, aku hanya ingin kau merasakan bagaiman hidup di penjara bawah tanah ." ucap Alvin santai


"Tidak jangan aku tak mau ke penjara bawah tanah di sana banyak binatangnya aku mohon kasihanilah aku ." ucap Melia


Tapi Alvin tak peduli Alvin bergegas meningalakan markas tersebut bersama Rendra


Di istana tampak ayah Silvia masih berusaha mencari putrinya tapi nihil, ayah Silvia berniat mencari Alvi agar dapat menolongnya menemukan putrinya


Alvin yang sudah kembali ke istana sedangkan ayah Silvia yang berniat untuk bertemu dengan Alvian n di halangi oleh beberapa pengawal


"Ku mohon katakan pada yang mulia bahwa aku ingin bertemu dengannya." ucap ayah Silvia


"Ada masalah apa Sampai kau ingin bertemu yang mulia." tanya pengawal tersebut


"Tolong katakan pada yang mulia putriku menghilang." ucap ayah Silvia


Para pengawal tertawa mendengar perkataan ayah Silvia karena mencari yang mulia untuk mencari putrinya yang hilang


"Apa kau sudah gila mencari yang mulia hanya kerena putrimu hilang, sebaiknya kau segera pergi." usir pengawal tersebut


"Aku mohon tolong katakan pada yang mulia bahwa aku ayah Silvia." ucap ayah silvia


Pengawal tersebut langsung menarik paksa ayah Silvia untuk keluar dari istana


Sementara di penjara bawah tanah tempat di sebuah ruangan gelap tampak seorang wanita dengan tubuh yang tampak seperti kerangka dengan luka cambukan di mana-mana, tak ada orang yang menyadari keberadaannya apalagi tempat tersebut sangat tertutup dan jauh dari istana


Alvin yang baru saja tiba di kamarnya langsung tersenyum saat melihat ibu Elika sudah berada di Kamarnya


"Sayang bagaimana apakah semua baik-baik saja." tanya ibu Elika


"Ibu tenang saja semua baik-baik saja tiga hari lagi adalah hari pengangkatan diriku menjadi Raja." ucap alvin


"Ibu sangat bangga padamu, oh ibu sampai lupa bagaimana keada Elenor tanya." ibu Elika


"Sepertinya dia baik-baik saja dia sudah berada di tempat semestinya." ucap Alvin


Sementara itu di kamar putri Yuma, Rendra yang baru kembali melihat istrinya yang sedang terlelap Rendra langsung pergi membersihkan tubuhnya


Rendra yang sudah memakai pakain tidur langsung masuk ke dalam selimut yang sama dengan yuma, membuat Yuma terkejut spontan langsung menendang Rendra


"Apa yang kau lakukan kenapa kau berada di ranjang ku." ucap Yuma yang terbangun sambil duduk di atas ranjang dengan tangan menyilang di depan dadanya


Sedangkan Rendra yang terjatuh di lantai langsung menatap kesal pada istrinya, "apa kau sudah gila kenapa kau menendang suami mu apa kau tak takut menjadi istri durhaka." teriak Rendra dengan tangan yang menggosok bokongnya yang terkenal lantai saat Yuma menendangnya tadi


Yuma yang tersadar langsung bangkit dan berusaha membuat Rendra berdiri


"Maaf om mesum aku lupa kalau aku sudah menikah dengan om ." ucap Yuma dengan wajah sedikit malu


"Apa kau bilang lupa, baiklah aku akan membuat kau mengingat apa yang telah terjadi di antara kita." ucap Rendra


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya