
Mendengar putrinya meminta ijin saat masuk membuat pak penghulu tersenyum lalu mengangguk sementara Untas hanya memperhatikan interaksi tersebut
Siti langsung masuk ke rumah meninggalkan ayahnya dan Sri di luar bersama Untas, siti masuk lalu memungut sampah bekas makanan Sri
Sri terus tersenyum melihat ke arah untas tapi Untas biasa saja, apk penghulu yang melihat putrinya seperti itu merasa tidak enak pada Untas tapi pak penghulu tak bisa menegur Sri secara langsung
"Tuan Bagaimana kalau kita masuk ke dalam rumah untuk berbicara sepertinya di luar alat panas sekalian kita menunggu makan siang ucap." pak penghulu
"Aku juga merasakan panas di sini sebaiknya kita masuk ke dalam." ucap Untas seolah-olah kepanasan tapi sebenarnya dalam hatinya dia ingin masuk ke dalam untuk melihat apa yang terjadi di dalam apalagi wanita membuatnya terpesona telah masuk ke dalam terlebih dahulu
Pak penghulu bangkit di ikuti Untas dan juga sri tampak di dalam Siti sedang membersihkan ruang tamu dengan memungut sampah-sampah makan dan juga mengambil minuman bekas Sri yang tergeletak begitu saja di atas meja Untung saja saat pak penghulu dan untas masuk siti sudah selesai membersihkan semuanya sehingga ruangan tamu tersebut tampak bersih dan teratur
Kini ketiga orang tersebut duduk di ruang tamu sedangkan Siti seperti biasa sedang menyiapkan makanan untuk makan siang
"Sri sebaiknya kau membantu Siti di dalam memasak makan siang karena sebentar lagi waktunya makan siang." ucap halus pak penghulu agar Sri tidak berada di ruang tamu melainkan membantu adiknya di dapur
Sri yang sedang melihat kuku cantiknya langsung Melihat ke arah sang ayah sedetik kemudian dia tersadar, "oh iya ayah aku harus membatu Siti memasak karena Siti kadang salah membedakan mana garam mana gula." ucap Sri sambil bangkit dan masuk ke dalam dapur
Sri langsung duduk di kursi sambil melihat Siti yang sedang bekerja
Masak yang enak jangan memasak masakan kampung ingat tamu ini dari kota apalagi dia seorang yang sepertinya sangat penting dan terlihat dari pakain yang dia gunakan sangat mahal." ucap Sri
Sementara itu di ruang tamu tampak pak penghulu langsung melihat ke arah untas setelah kepergian sri "baiklah sekarang katakan apa saja yang kau inginkan." ucap penghulu
"Seperti yang sudah aku katakan saat di kerajaan benua Aku ingin mencari jodoh dan kata pak penghulu pak penghulu bisa membantu diri ku untuk mencari jodoh." ucap Untas
"Kau datang di orang yang tepat baiklah aku mempunyai dua orang putri mereka sama-sama cantik dan sama-sama pintar Putri pertamaku yang kau lihat tadi yang bernama Sri sedangkan Putri keduaku yang kau lihat tadi yang berhijab dan bercadar yang bernama Siti tapi sebelum kau aku membiarkan memilih diantara kedua putriku itu mana yang akan kau pilih istrimu tapi sebelum itu kita akan bermain tebak siapa Jika dalam tiga kali tebak kau gagal maka kau harus siap aku nikahkan dengan siapapun yang aku pilih." ucap pak penghulu to the point
Untas terdiam beberapa saat Sedang berpikir mempunyai otak liciknya sengaja menyembunyikan bahwa dirinya dari awal sudah memilih Siti sebagai wanita incarannya dia hanya ingin melihat bagaimana pak penghulu melakukan permainannya yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya tidak mungkin dia akan mengerjai mertuanya di saat dia sudah menikahi anak gadisnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya