Princess Briana

Princess Briana
259



Wajah Mila berubah merah padam ketika melihat apa yang ada di depan matanya dia tak menyangka bahwa suaminya yang bodoh tega membohonginya apalagi mendengar perkataan Ayah Lewis


Tapi menyadari situasinya yang ada membuat Ibu Mila langsung berubah taktik dan mimik wajahnya dengan senyuman lebar "astaga sayang kemari peluk ibumu ini aku tak menyangka kau akan lebih dulu ketika dibanding kakakmu Amel." ucap Ibu Mila dia berusaha untuk memeluk Naura tapi sayang Mikael langsung memeluk tubuh istrinya dengan posesif


Naura yang mendengar hal tersebut langsung menatap tak percaya pada ibu tirinya tersebut biasanya dia akan memukul dan menamparnya serta memaki-maki nya tapi kali ini sifatnya berbeda 180° Michael yang menyadari perubahan mimik tubuh Naura Michael semakin mempererat pelukannya pada tubuh istrinya


Sementara amel berusaha tersenyum walaupun senyumannya terlihat canggung "aduh adikku ternyata sudah dewasa dan sudah memiliki suami." ucap Amel sambil tersenyum pada Michael


Sebaiknya kita duduk bersama dari tadi berbicara terus sampai lupa duduk ayo duduk silakan duduk ucap ayah Lewis mempersilahkan keluarga Tuan Renu untuk duduk


Sedangkan Michael Jangan ditanya dia hanya menjabat tangan mertuanya selebihnya dia tak bergeming hanya sibuk untuk memeluk Naura bahkan mengabaikan Amel yang terus berusaha untuk memperlihatkan bahwa dirinya ada di situ


Kedua keluarga tersebut sudah duduk mama Tika langsung menatap ke arah Ibu Mila dan Tuan Renu


Setelah duduk turun langsung memperkenalkan Ibu Mila dan Amel sementara itu Ibu Tika hanya mengangguk kecil


Nyonya Anda terlihat sangat cantik dan menawan Naura Pasti sangat beruntung karena memiliki mertua secantik Anda ucap Ibu Mila mengeluarkan semau kata-kata indahnya untuk terlihat baik sebagai ibu sambung dari Naura


"Sayang kenapa kau sangat cantik seharusnya kau memakai lensa kontak yang berwarna hitam dan menutup sebagian wajahmu lihatlah tadi para pria menjatuhkan air liurnya saat menatapmu membuat aku sangat ingin membunuh mereka semua." ucap Alvin melancarkan rayuan mautnya pada putri Briana


Ucapan Alvin sontak saja membuat wajah Putri merah menahan malu reflek putri Briana memukul lengan Raja Alvin "kau ini semakin hari mulutmu Semakin manis semanis madu Aku tidak tahu apakah aku satu-satunya wanita yang pernah mendengar kata-kata manis dari mulutmu itu." ucap Briana


"Kau tahu Kau harus yakin kau adalah satu-satunya wanita yang pernah mendengar kata-kata itu dari mulutku Hanya Kau satu-satunya wanita yang sangat sangat-sangat aku cintai bahkan aku tak memperdulikan nyawaku sendiri dengan datang ke kerajaan Benua Apa kau tidak melihat kakek dan ayahmu mereka melihatku seperti musuh bebuyutannya aku bahkan kadang bermimpi bahwa kakek dan ayahmu datang untuk mencekikku tapi karena begitu besar rasa cintaku padamu sehingga membuatku selalu bersemangat untuk mendapatkan mu." ucap Raja Alvin dengan wajah serius


"Jangan mengada-ada pernikahan kita tinggal beberapa minggu lagi Ayah dan kakekku sepertinya sangat menyukaimu buktinya saja dia memanggilmu dalam acara permainan yang akan dilaksanakan besok pagi itu menandakan bahwa kakek dan ayah sudah menganggapmu sebagai keluarga." ucap putri Briana yang memang merasa kekek dan ayahnya menerima baik Alvin


"Benarkah Apa kau yakin bukannya acara tersebut sebagai bentuk untuk menindas ku dalam permainan yang akan dilaksanakan besok pagi." tanya Raja Alvin


"Kau ini otakmu terlalu picik menilai kakek dan juga ayahku kau tahu kan mereka adalah pria-pria baik yang mempesona Apa kau ingin bertengkar denganku dengan mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang kakek dan ayah ku." ucap Putri Briana yang ngambek karena Alvin berbicara yang tidak-tidak tentang kakek dan ayahnya


Melihat putri Briana yang terlihat kesal membuat Alvin memutar otaknya agar Putri Briana melupakan kekesalannya


"Sayang aku begitu takut kehilanganmu sehingga otak kadang kurang seperti untas saat bersama mu Aku begitu sangat memujamu dan mencintaimu jadi berjanjilah sayang kau harus selalu ada disisiku." ucap Alvin sambil mengecup tangan Putri Briana.