
Pak iman yang sedang meminum kopi miliknya langsung menghentikan gerakan tangannya saat akan mengambil kopi yang ada di hadapannya "ada apa nak katakan saja." ucap pak iman
"Maaf Ayah sebentar sore aku dan Siti akan berangkat ke kerajaan Santos untuk menghadiri acara pesta pernikahan Raja Alvin dan Putri Briana setelah pulang ke sana aku berencana untuk kembali ke kota asalku meneruskan usaha kedua orang tuaku." ucap Untas
Pak iman terdiam sesaat lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar Ayah juga diundang oleh keluarga Guetta untuk acara pernikahan Raja Alvin dan Putri Briana kita mungkin bisa pergi bersama dan mengenai kepindahanmu bersama Siti bisakah kalian undur sampai bulan depan Ayah belum siap untuk berpisah dengan Siti." ucap pak iman
Sri yang mendengar pembicaraan tersebut langsung terlihat panik Bagaimana tidak jika siti dan tuntas tinggal di tempat berbeda dengan dirinya maka kesempatannya untuk menggoda Untas untas akan sangat sempit
Untas terdiam sesaat saat mendengar permintaan sang mertua tapi dia juga tidak boleh terlalu lama tinggal di rumah mertuanya apalagi kedua orang tuanya membutuhkannya
Pak imam yang melihat keraguan di mata Untas memilih untuk berpikir apa yang terbaik untuk mereka apalagi pak iman sadar sekarang Siti sudah menjadi milik Untas sepenuhnya jadi Sudah sepantasnya Siti mengikuti di manapun tuntas berada
"Apa kau tidak merasa bersalah jika meninggalkan Ayah secepat ini setelah kau menikah kau tahu kan kau yang selama ini menemani Ayah di rumah." ucap Sri membuat Siti menatap ayahnya dengan tetap yang sulit diartikan sedangkan tuntas langsung menggenggam tangan istrinya
"Sri kau tak usah ikut campur dalam persoalan ini seorang suami memang sepantasnya mengajak istrinya untuk membangun rumah tangga dengan satu kepala keluarga saja di dalam rumah tersebut dan sebagai istri Siti harus mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya setelah ayah pikir-pikir ayah setuju dengan apa yang dikatakan oleh unta baiklah tapi ayah minta kalian menginap satu minggu di rumah ini bersama ayah sebelum kalian pergi." ucap pak iman
Sedangkan Sri menatap tak suka kepada ayahnya dan juga Siti dia tak menyangka bahwa Untas akan langsung memboyong Siti keluar dari rumah mereka apalagi ayahnya menyetujui semua apa yang diinginkan oleh untas tapi untungnya dia masih memiliki satu minggu untuk menggoda Untas
Setelah Berbincang-bincang cukup lama Untas dan Titi kembali ke kamarnya mereka akan mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke kerajaan Santos begitupun pak imam dan Sri
Sementara itu di kediaman utama keluarga Guetta tepatnya di kebun belakang tampak Alvin Ayah David masih bermain catur mereka sama-sama imbang dan sama-sama kuat entah siapa yang akan menjadi pemenangnya tapi kini hanya sisa 5 yang tersisa dari masing-masing pemain raja, ratu, perdana menteri, kuda dan benteng
Sementara itu tak jauh dari tempat permainan catur antara Alvin dan ayah David nampak Brian, Brayen, Briana dan Galang sedang berbincang-bincang "baiklah kita akan taruhan Briana katakan kau akan memegang siapa Ayah atau Alvin." tanya Brian
"Bagaimana supaya lebih asik dalam taruhan ini kita akan menulis nama ayah dan Alvin lalu kita akan mengambil kertas yang telah di tulis dan nama Siapapun yang kita dapatkan berati kita akan bertaruh pada orang tersebut." ucap Brian memberikan ide .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya