
Sementara itu di sisi lain istana tepatnya di hutan belantara dekat istana Tampak para pria sedang berkumpul setelah istri-istri mereka tertidur dengan lelap begitu juga para pria yang akan mengikuti pertandingan mencari sebuah bola yang tidak diketahui bola seperti apa yang akan dicari tapi dengan antusias mereka tetap melakukan permainan tersebut
"Baiklah karena kita sudah berkumpul di tempat ini sekarang silakan kalian mencari bola dan kumpulkan kemarin jika ada yang berhasil menemukan bola sesuai dengan keinginan kami." ucap kakek Ajima sambil melihat kearah kakek si kembar dan serta kakek yema, Rani dan Rose
Alvin dengan semangat langsung masuk ke dalam hutan bersama dengan Brayen, Brian, Deni, Galang, Michael, Mikhail dan tak terkecuali asisten mereka yang sengaja mereka bawa
Alvin yang mengajak Untas ke acara tersebut sangat bersemangat karena dia bercita-cita akan memenangkan pertandingan dan berharap akan mendapatkan jamu laknat sebagai hadiah dari kemenangannya
Pertandingan di dalam hutan tak segampang yang mereka pikirkan ternyata banyak jebakan yang tersimpan apalagi keadan Hutan yang sangat gelap membuat mereka harus ekstra hati-hati dalam melangkah
Kini beberapa pengumuman telah terdengar dari luar hutan tampak beberapa orang sudah di diskualifikasi karena melanggar peraturan membuat Alvin dan yang lain semakin berhati-hati dalam bertindak
"Astaga Tuan perlombaan seperti apa ini kita tidak boleh menggunakan senter yang besar tidak boleh bersuara tidak boleh membawa bola yang salah dan tidak boleh bekerja sama ini sebenarnya perlombaan apa ujian masuk militer." ucap Untas di tengah-tengah kesalahannya
"Sebaiknya kau diam tetap gunakan lampu kecil itu untuk terus berjalan Kau membuat aku tidak konsentrasi." ucap Alvin
Untas berhenti berbicara saat mendengar perintah sang tuan mereka berjalan tak berselang lama Alvin melihat sebuah bola tapi dia tidak yakin apakah pula tersebut adalah bola yang diinginkan oleh para kakek laknat yang telah membuat pertandingan ini
Alvin mendekati bola tersebut Lalu mengambilnya " mana tas yang aku suruh kau membawanya." tanya Alvin
Untas langsung mengambil sesuatu dari celana miliknya lalu membukanya tampak sebuah tas yang cukup besar kini telah berada di tangan Untas
Kau memang cerdas mengambil tas ini berapa bola pun yang aku masukkan tas ini akan tetap sama ukurannya ucap Alvin Sambil menepuk bahu Untas
Permainan berlangsung cukup alot karena beberapa dari para pemain saling berebutan bola hingga terjadi kejar mengejar antara sesama pemain
"Baiklah waktu kalian hampir tiba segera kembali ke lapangan dalam waktu 1 jam ke depan karena tepat pukul 06.00 kalian harus berada di lapangan untuk memperlihatkan bola yang kalian dapatkan." ucap kakek Ajima mengunakan pengeras suara
Para pemain tersebut langsung dengan sikap berlari keluar dari hutan menuju lapangan tempat di mana para kakek laknat tersebut
Tampak peserta yang keluar dari lapangan tersebut tinggal beberapa orang saja termasuk Alvin dan untas ternyata mereka cukup bisa bertahan
Semua orang langsung membuka isi tas mereka tampak Brian dan Brayen yang memiliki tas kecil yang Ternyata isinya terlihat sangat banyak membuat yang lain menggeleng-geleng kepala melihat isi tas Brayen dan Brian
Kini semua peserta sudah membuka tasnya seperti keinginan para juri tinggal Alvin yang belum membuka tas miliknya
"Apalagi yang kau tunggu Raja Alvin cepat tukang isi tasmu kami semua ingin melihat hasil dari perburuanmu selama beberapa jam ini." ucap kakek Ajima
Semua mata tertuju pada raja Alvin tampak semua sangat terkejut ketika tas tersebut mengeluarkan begitu banyak bola dari dalamnya padahal tas tersebut tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil ukurannya tapi isi dalamnya ternyata mampu menampung sebuah rumah apalagi di dalam salah satu kumpulan bola tersebut ternyata ada bola yang di sembunyikan oleh para juri
Kakek Ajima mendengus kesal ketika melihat isi tas dari Alvin apalagi bola yang mereka sembunyikan ada di salah satu bola-bola yang ditemukan oleh Alvin
"Baiklah sesuai janjiku aku akan mengumumkan siapa pemenangnya yang mendapatkan bola tersebut bola tersebut ditemukan oleh Raja Alvin dengan begitu Raja Alvin adalah pemenangnya." ucap kakek Ajima
Alvin dan untas saling berpelukan karena merasa sangat bahagia karena perjuangannya selama dalam hutan tak sia-sia akhirnya dia menjadi pemenangnya
"Sekarang silakan maju dan katakan apa keinginan kalian dan ingat hanya satu permintaan." ucap kakek Ajima
Dengan percaya diri Untas langsung berkata saya "ingin menginginkan jamu laknat dan mengetahui siapa penciptanya." ucap dengan lantang Untas membuat Alvin sangat terkejut mendengar Untas mengatakan hal tersebut padahal tadinya dia hanya ingin meminta agar pernikahannya dipercepat tidak menunggu sampai bulan depan
Alvin langsung memukul kepala untas "Apa yang kau lakukan Kenapa kau berkata seperti itu itu bukan permintaan yang aku inginkan tutup mulutmu." ucap Alvin membuat unta seketika menutup mulutnya
Sementara yang lain tertawa mendengar keinginan Untas sungguh mereka tak menyangka bahwa asisten Alvin bisa mengeluarkan kata-kata tersebut
"Sudah cukup permintaanmu akan terwujud setelah ini kau ikut denganku Aku akan memberikanmu jamu laknat seperti yang kau inginkan dan juga mempertemukanmu dengan orang yang membuatnya." ucap kakek Ajima sambil tersenyum penuh arti melihat sang menantu yang hanya menggeleng-geleng kepala melihat sang ayah mertua
Alvin yang sangat kesal dengan utas langsung berbisik pada Untas kau akan rasakan akibatnya begitu kita Samapi di kota A berdoa saja semoga si lembut sedang tidak dalam musim kawin." ucap Alvin sambil berlalu membawa kekesalan hatinya menuju kamar miliknya
Kini semua orang sudah kembali ke tempat mereka masing-masing tinggallah Untas yang sedang duduk di hadapan para kakek .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya