
"Apa yang kau lakukan Kenapa kau membawaku kemari Jangan katakan kau ingin melakukan hal-hal aneh padaku." ucap Levy
Daren menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala lalu tersenyum sinis "apakah kau sudah merasa cantik sehingga mengatakan hal itu kepadaku." ucap Daren penuh percaya diri
Levy ini langsung menatap tajam pria yang ada di hadapannya "Ternyata kau punya tingkat kenarsisan yang sangat tinggi." ucap Levy
"Hai gadis kecil kau jangan mencoba untuk merayuku aku tahu aku tampan dan kekar tapi maaf gadis kecil sepertimu tak pantas untuk bersamaku." ucap Daren yang masih percaya diri
"Dasar pria jelek berotot Kau pikir aku suka pria sepertimu dan kau merasa tampan Kau sangat jelek bahkan kekasihku jauh lebih tampan dari mu." ucap Levy
"Apa Kau mengataiku jelek dasar perempuan katarak sudah pendek kecil katarak lagi untung masih hidup saat ini." ucap Daren tanpa perasaan
"Dasar laki-laki buta hati, buta mata, buta perasaan kau memang lelaki yang paling menjengkelkan sedunia Kenapa juga aku harus menabrak lelaki buta hati sepertimu." ucap Levy
"Hei kau ini semakin kesini semakin kasar mengataiku buta mata, buta hati, buta perasaan apa Kau pikir aku ini patung apa sekarang Aku ingin kau mengganti rugi ponsel ku yang rusak." ucap Daren tak ingin memperpanjang masalah setelah mengingat ada yang hal yang lebih penting yang harus dikerjakan
"Berikan ponsel itu padaku aku akan pergi memperbaikinya kau tak perlu khawatirnya." ucap Levy sambil mengulurkan tangannya berniat mengambil ponsel tersebut
Daren melihat ke arah levy melihat wanita tersebut memegang kamera dan seperti seorang anak pecinta seni membuat daren yakin bahwa Levy adalah orang yang tepat untuk membantunya menyiapkan hadiah untuk Yena agar dia bisa mengerjakan pekerjaan yang lain
Levy berpikir sejenak "tapi kenapa aku harus membantuku apalagi pada saat malam hari Jangan katakan kau ingin berbuat aneh-aneh padaku ucap Levy dengan segala otak negatifnya
"Apa kau sudah gila apa kau berpikir wanita jelek dan kecil sepertimu bisa membuat aku terpesona singkirkan pikiran-pikiran tak jelas mu itu aku hanya ingin kau membantuku untuk membuat sesuatu dan akan ada seorang pelayan disana yang akan membantumu." ucap Daren lalu pergi meninggalkan Levy tanpa kata
levy yang bingung hendak kemana karena dia benar-benar tidak tahu di mana arah tempat dia tinggal Levy akhirnya memutuskan terus berjalan hingga dia menemukan seorang pelayan setelah berbicara dengan pelayan tersebut Levy langsung di antara kan ke kamarnya
Itu di tempat lain tepatnya di kediaman Alvin tampak kedua pasangan tersebut masih tertidur lelap di dalam kamar
Untas yang tidak tenang setelah rapat bergegas hendak kembali kediaman Alvin untuk melihat kondisi tuannya yang tadi pagi kakaknya sedang kurang enak badan
Apakah setelah rapat kita tidak punya agenda yang penting lagi tanya pantas kepada sekretaris Alvin karena dia ingin segera kembali pulang untuk melihat Tuannya
"Maaf tuan setelah rapat ada pertemuan penting dari salah satu restoran untuk membicarakan kerjasama perusahaan." ucap sekertaris Alvin
"Kalau begitu cepat kita cepat ke urus agar aku cepat-cepat bertemu dengan orang tersebut dan menyelesaikan kerja sama tersebut Aku ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan ku hari Karen aku harus mengecek kondisi tuan Alvin." ucap Untas
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya