Princess Briana

Princess Briana
166



Mendengar perkataan Levy sontak saja nenek Yena semakin melebarkan senyumnya sedangkan nenek Desi menautkan alisnya saat melihat nenek Anita sangat antusias untuk pergi bersama Levy ke kerajaan benua


Kau tak akan melakukan sesuatu yang lain pada cucu perempuanku selain perguruan menghadiri pesta pernikahan Bastian tanya nenek Desi saat melihat gelagat nenek Anita


"Apa maksudmu apa kau tidak percaya padaku aku memang mengajaknya karena aku memang selalu menyukai anak perempuan ucapkan nenek Anita membelah diri sementara nenek Yena langsung mengangguk setuju menguatkan perkataan nenek Anita


"Baiklah aku percaya padamu kami akan menyusul satu hari sebelum pernikahan." ucap nenek Desi


"Memang kau harus percaya padaku karena aku tak mungkin melakukan hal buruk pada cucuku sendiri." ucap nenek Anita dengan senyuman yang manis


Di tempat lain di kediaman Alvin tepatnya di kamar Alvin tampak Alvin yang masih terlelap sedangkan Untas yang baru terbangun langsung mendekat ke arah Alvin entahlah Apa yang dilakukan oleh untas dia diam-diam mendekat pada Alvin


Alvin yang terlelap tapi merasakan bahwa ada orang yang mendekati ranjangnya spontan langsung terbangun ia sangat terkejut saat matanya bertemu dengan mata untas bahkan hembusan nafas untas dapat dirasakan oleh Alvin


Alvin terbelalak saat melihat wajah untas sudah berada tepat didepan wajahnya "hei....!!? apa yang kau lakukan jangan katakan kau ingin menciumku di pagi hari apa kau sudah tidak normal." tanya Alvin yang membuat Untas langsung mundur beberapa langkah akibat teriakan Alvin


"Apa sih tuan pagi-pagi sudah teriak-teriak saja akan hanya mengecek Bagaimana keadaan wajah Tuan." ucap Untas santai Tanpa rasa bersalah karena mengejutkan Alvin


"Untuk apa kamu memeriksa wajahku di saat aku baru bangun tidur apakah kau punya kelainan." tanya Alvin sambil menatap curiga pada untas


"Aku hanya ingin tahu bagaimana wajah pria seperti mu saat bangun pagi apakah wajahnya akan tetap sama atau siapa tahu dia berubah menjadi pria lain ucap Untas


Alvin langsung bangkit dan bergegas ke kamar mandi tak ingin lebih lama berdebat dengan Untas


Melihat Alvin yang sudah masuk ke kamar mandi Untas keluar dari kamar Alvin lalu melangkah ke kamar yang biasa dia gunakan saat berada di kediaman Alvin


Alvin yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan berpakaian langsung keluar dari kamar Alvin melangkah menuju ke ruang makan tampak di ruang makan untas sudah menunggunya


Alvin langsung duduk di kursi meja makan tersebut Lalu mengambil makanan yang akan dia makan begitupun dengan Untas yang melakukan hal yang sama


"Apa agenda kita hari ini." tanya Alvin di sela-sela sarapannya


"Hari ini Tuan ada rapat pada saat jam makan siang dengan sebuah perusahaan yang mengajak kita bekerjasama." ucap Untas


"Bukannya sudah tak ada perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita terus bagaimana bisa ada perusahaan yang menawarkan diri untuk bekerja sama dengan kita sedangkan dia tahu perusahaan kita sedang tidak baik-baik saja tanya." tanya Alvin bingung


"Saya juga kurang paham Tuan tapi kemarin ada sebuah perusahaan yang menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita dan Tuan sendiri yang mengatakan Oke membuat saya menerima tawaran mereka untuk bertemu siang ini." ucap Untas .


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya