
Mendengar hal tersebut Daren tersenyum tipis baiklah tapi kita harus melakukannya agar pintu terbuka ucap Daren
Sementara itu pengantin baru yang ubaru saja masuk ke sebuah kamar tampak tersenyum malu-malu
"Apakah kau bahagia." tanya Mikhael dengan senyuman yang mengembang di wajahnya sambil menatap Rena yang terus menunduk
Rena mengaguk masih menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu
Mikhael yang melihat hal tersebut langsung menarik Rena kedalam pelukannya
"Kau tau aku sangat bahagia walaupun pernikahan kita tak seperti yang kita impikan aku bersyukur bisa menikah denganmu." ucap Daren dengan tulus
Rena sangat terharu mendengar perkataan Mikhail spontan langsung mengakat wajahnya kini mata Rena dan Mikhail saling memandang penuh cinta
Sementara itu di sebuah kamar tampak mama Eni sedang bersama need yang sedang Gegana
"Apakah keputusan ku kali ini sudah tepat." tanya ayah Need sambil memandang mama Eni yang berada tepat di hadapannya
"Sayang kau tau aku sangat bangga padamu karena dengan hati yang besar kau mau menerima Mikhail sebagai menantu mu." ucap mama Eni
"Siapa bilang aku menerimanya sebagai menantu aku tak pernah berkata seperti itu aku hanya menerima dirinya karena dia sekarang suami Putri kita." ucap Need
Mama Eni cukup terkejut mendengar perkatan ayah Need "terus kalau memang kau tak menerimanya sebagai menantu kenapa kau menikahkan Rena dengan Mikhail." tanya mama Eni
"Aku terpaksa karena putriku mencintainya aku harus bagaimana apalagi mereka sudah melakukan adegan di dalam kamar mau tak mau aku harus menikahkan mereka." ucap ayah Need
"Itu berarti mau tidak mau kau harua menerima dan mengakui Mikhail sebagai menantu mu mulai saat ini." ucap mama Eni
"Tapi sayang aku penasaran apa yang kau katakan pada Rena sebelum acara ijab kabul di mulai." tanya mama Eni yang sangat penasaran
"Aku hanya berkata padanya aku sangat mencintainya dan aku ingin dia tidur bersama kita di sini malam ini agar rinduku terobati saat dia meninggalkan kita." ucap Need
"Apa kau sudah gila ini adalah malam pertama putrimu sebagai istri Mikhail bagaiman bisa kau mengatakan itu pada putrimu." ucap mama Eni
"Lagi pula dia sudah mengambil jatahnya tadi siang itu sudah cukup." ucap need tak mau kalah
Sementara itu di kamar pengantin baru tampak kini bibir Mikhail dan Reni sudah menempel sempurna dan saling memberikan isapan-isapan maut
Rena dan Mikhail yang sudah terbakar gairah mulai saling mengeluarkan jurus ranjang kini tubuh mereka sudah sama-sama polos sepertinya Rena melupakan janjinya pada ayahnya sendiri karena keenakan menikmati terong Mikhail
Sementara itu Need yang sedang menunggu Rena sudah sangat gelisah karena Rena tak juga kunjung datang apalagi jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam membuat ayah Need semakin gelisah
"Sudahlah sayang sebaiknya kau mandi dulu kau taukan Rena sejak dulu pelupa apalagi sifatnya sebelas dua belas dengan dirimu." ucap mama Eni
"Semua ini karena Mikhael dia pasti yang menghasut Rena agar tak datang untuk tidur kemari atau dia di ancam oleh Mikhael." ucap Need dengan semua prasangka buruknya pada Mikhael
"Astaga berhentilah menyalahkan seseorang atau aku akan menghukummu malam ini sekarang bersihkan tubuhmu dan tidur aku ingin beristirahat." ucap tegas Eni
Ayah Need pun menuruti keinginan mama Eni walaupun sedikit terpaksa dari pada dia harus di hukum, dasar menantu durjana baru jadi menantu sudah buat aku di marahi istri." ucap Need sambil masuk ke dalam kamar mandi
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya