
"Hai kau ini kenapa kau selalu membuat ku kesal wajar saja aku mengkhawatirkan putriku." ucap David yang kesal pada istrinya
"Sudah putri kita baik-baik saja itu yang terpenting." ucap Erina
"Sayang apa kau senang menghabiskan liburanmu di istana benua." tanya Erina, Briana hanya mengaguk saja tanpa ekspresi membuat Erina menautakan alisnya melihat ekspresi wajah putrinya
"Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu sayang apa ada yang mengagagu pikiranmu." tanya Erina
"Aku hanya merindukan ayah dan mama." ucap Briana mengalihkan pertanyaan sang mama
"Sayang jangan katakan itu pada ibumu, bisa-bisa malam ini ibumu langsung memaksa ayah kembali ke istana benua." ucap David dengan wajah sendu mungkin karena tapi ingin bulan madu ke duanya terganggu oleh rengekan istrinya
Briana langsung mengembangkan senyumannya melihat wajah ayahnya, ayah jangan khawatir "aku hanya kangen karena melihat wajah mama saja, teruskan bulan madunya aku akan menunggu mama di rumah, tolong bawa kabar gembira." ucap Briana sambil cengengesan
Sontak perkataan Briana membuat Erina sangat malu tapi tidak dengan David
"Kau memang Anak ayah, tenang saja ayah akan membuatkan adik untuk kalian." ucap David dengan senyumannya, membuta Erina langsung mencubit David dan mematikan pangilan video tersebut
Briana dan Bastian tertawa terbahak-bahak melihat ke dua orang tua mereka
Ponsel Briana berdering Tampak dari kakaknya Galang
"Halo kakak." ucap Brian yang sudah menekan tombol hijau di ponselnya
"Sayang kau berada di mana." tanya Galang
"Aku sedang berada di istana benua bersama Bastian, aku baru menerima panggilan video dari ayah dan mama." ucap Briana agar kakaknya tak lagi khawatir padanya
"Baiklah kakak mengerti, kakak menunggu di kota A kapan kau akan kembali." tanya Galang
"Baiklah kakak mengerti, jaga dirimu baik-baik." ucap Galang setelah itu mengakhiri panggilan teleponnya
Galang yang berada di kantor bernapas lega setelah menelepon adik perempuannya tersebut
Sementara itu di kerajaan benua tampak Briana dan Raja Bastian sedang saling duduk berhadapan
"Apa yang kau lihat dari pangeran Alvin sampai-sampai kau rela membantunya Hinga ke kerajaan Santos." tanya Raja Bastian
"Entahlah mungkin karena sifatnya sebelas dua belas dengan ayah." ucap santai Briana
"Kau ini ada-ada saja, mana mungkin sifatnya mirip dengan ayah, sepertinya dia pria yang tak bisa di Andalkan buktinya dia sangat lama mengambil alih kerajaan." ucap Bastian dengan nada kesal
"Tapi kan sekarang dia sudah berhasil merebut kembali kekuasaan di istana Santos." ucap Briana
"Semua itu karena ada bantuan dari beberapa pihak, bukan karena hasil kerjanya sendiri." ucap Raja Bastian yang berusaha memojokkan Alvin di hadapan Briana
"Sudah berhenti menjelek-jelekkan calon kakak iparmu, aku sudah memutuskan bahwa aku akan menikah dengannya." ucap Briana
"Jangan menyebutkannya sebagai calon kakak ipar ku lagi dia bukan kakak ipar ku dia bukan kakak ipar ku ." ucap Raja Bastian dengan sangat kesal
"Mau tidak mau kau harus menerima kenyataan itu jika nanati terjadi ." ucap Briana sambil tertawa terbahak-bahak mendengar perkatan Bastian yang sangat kesal
Setelah mengatakan hal tersebut Briana langsung melangkah keluar dan kembali ke kamar pribadinya, meningalakan Bastian yang sedang mengomel tak jelas
"Dasar wanita, kenapa sih harus pangeran Alvin, dia kan tak setampan ayah." ucap Raja Bastian
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya