
"Benar ibu dengan begitu kita bisa mengancam Alvin agar meninggalkan Putri Briana." ucap James
Benar kita bisa mengancam Alvin sesuka hati kita lagi." ucap Ratu Elenor setalah mendapatkan ide jahat dari putranya yang memiliki otak kotor di atas rata-rata
Sementara itu Bastian yang baru tiba di istana benua tanpa kata langsung masuk ke dalam ruang istirahatnya dia masih bingung Ingin mengambil tindakanapa atas apa yang terjadi di kerajaan Santos tentang Briana apakah dia harus mengatakan kepada kedua orangtuanya dan kakaknya ataukah harus merahasiakan seperti yang diinginkan oleh Briana
Bastian mengentikan jaringan tak berselang lama muncul dua sosok pria yang berbaju hitam dengan penutup wajah Aku ingin kalian berdua mencari tahu tentang pangeran Alvin dan mengawasinya dengan ketat Aku tak ingin sesuatu apapun terjadi kepada kakakku ucap Raja Bastian
Kedua pria tersebut langsung menghilang tanpa bekas alasan kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dia akan memberi waktu pada Kakak kembarnya untuk memilih jalan apa apa yang ingin dia tempuh untuk bersama pangeran Alvin
Sementara itu di ruangan Alvin tampak Briana dan Alvin wajahnya memerah bagaikan strawberry mengingat kejadian yang mereka lakukan baru-baru saja
"Sekarang aku yakin dan sepenuh hati untuk memperjuangkan mu karena kau telah memberikanku vitamin yang luar biasa yang dapat membuatku pulang dari kematian karena rasa kurang percaya diri." ucap Alvin
Sontak aja perkataan Alvin semakin membuat wajah Briana merona entah apa yang dirasakannya saat ini yang pasti jantung Briana seperti ingin meledak saat mendengar semua perkataan Alvin
"Kau ini berhentilah merayuku aku tahu apa yang kau inginkan." ucap Briana
"Aku tidak merayumu sayang aku benar-benar tulus mencintaimu dan rela berkorban apapun untuk mu bahkan nyawaku sekalipun." ucap Pangeran Alvin dengan senyuman yang sangat lebar
"Semua waktu adalah milikmu, jangankan kau meminta waktu memintaku untuk menjadi suamimu saat ini pun aku siap." ucap Alvin sungguh Briana tak menyangka dia bisa menyukai pria yang sekarang sedang merayunya dengan ucapan yang manis-manis bisa-bisa dia terkena diabetes melitus kalau terlalu lama mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya
Sementara itu di ruangan tamu tampak Rendra sedang memperhatikan Yuma dengan teliti karena melihat gadis tersebut sedang larut dalam pemikirannya entah apa yang dia pikirkan hingga membuatnya seperti orang yang sedang kena hipnotis
Sedangkan Yuma sedang memikirkan tentang Briana yang di luar ekspektasinya
"Tak sia-sia si batu kali itu berselingkuh dan meningalakan kakakku ternyata kakakku bisa mendapatkan batu berlian berlapis emas murni." ucap Yuma
Rendra Langsung menautakan alisnya mendengar perkatan Yuma, tapi sesaat kemudian dia mengaguk setuju
Sementara itu di kerajaan tampak ayah Silvia sedang mencari Silvia yang entah kemana setelah mengantarkan minuman ke ruangan pangeran James sejak saat itu Silvia menghilang
Sedangkan di sebuah penjara bawah tanah tampak seorang wanita cantik sedang berdiri di hadapan seorang wanita yang sedang terikat dengan luka di sekujur tubuhnya
"Kau pikir aku tidak mengawasi mu selama ini, kau pikir aku akan melepaskan James begitu saja saat dia bersenang-senang di luar sana, aku hanya tak menyangka kau masuk sendiri ke dalam istana, kau sungguh wanita yang penuh ambisi tapi sayang ambisi itu mengantarkan mu pada kematian." ucap wanita tersebut langsung tertawa membuat para penjaga hanya bisa terdiam
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya