Princess Briana

Princess Briana
215



Kakek Ajima melihat Alvin dari ujung kaki sampai ujung kepala kemudian melirik Ayah David


Ayah dapat yang mengerikan mertuanya hanya menatap sekilas kemudian kembali memeluk putrinya


Setelah acara pelukan dan perkenalan semua orang tampak duduk di kursi masing-masing kak aji mau melihat Alvin lalu melihat ke arah pria yang tersenyum


Kakek Ajima setelah mendengar perkataan Alvin Langsung kembali duduk di kursi kebesarannya setelah memeluk Brayen, Brian dan Galang serta menjabat tangan Alvin


Setelah beberapa menit pake Jimmy langsung menyuruh mereka semua untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing


Setelah mendengar perintah kakek ajimah mereka semua langsung bangkit dan pergi dari ruangan aula tersebut menyisakan Ayah David dan kakek Ajima


Kini kedua orang tersebut sudah duduk saling berhadapan menyisakan beberapa pengawal yang berada di luar "Apa yang kau lakukan kenapa kau tak mengatakan bahwa Briana sudah memiliki kekasih." tanya kakek Ajima


Ayah David menghembuskan nafasnya kasar mendapatkan pertanyaan dari mertuanya "aku baru akan mengatakannya pada ayah." ucap David dengan santainya


"Aku tahu Kau pasti sengaja tak memberitahuku dasar menantu durhaka bisa-bisanya kau memilih laki-laki seperti itu untuk Briana Apa kau katarak." ucap kakek Ajima


David memutar bola matanya jengah "pertama bukan aku yang memilihnya, kedua Ayah pikir aku setuju dengan si ijuk durhaka itu kalau bukan gara-gara putri ayah sendiri yang mengancam ku agar mau menerimanya sebagai calon menantu." ucap ayah David


Ayah David sangat kesel dengan ayah mertuanya tersebut selalu dia yang salah tak pernah ada benarnya "itu adalah pilihan cucumu dan juga pilihan putrimu aku tak bisa berbuat apa-apa jika putri ku mencintainya dan istriku mendukungnya." ucap Ayah David dengan kesal


"Kau saja yang kurang tegas pada putri dan istrimu kau menempatkan putrimu dalam bahaya kau tahu kerajaan Santo sekarang tidaklah aman apalagi lihat lah calon menantumu dia seperti dirimu." ucap kakek Ajima


Sungguh David sangat kesal menghadapi Ayah mertuanya kalau seandainya yang di hadapannya ini bukan lah Ayah mertuanya sudah dia pukul hingga pingsan lalu dia masukan ke dalam karung lalu dia bawa ke Benua Antartika agar tak ditemukan lagi


"Bisa-bisanya Ayah menyamakan ku dengan si ijuk durhaka itu aku ini menantu Ayah satu-satunya yang paling baik dan istimewa dihati." ucap David percaya diri


Tapi sebelum kakek Ajima menjawab perkataan David tampak seorang pelayan datang untuk menghadap "maaf Yang mulia persiapan pernikahan telah selesai dan dua puluh menit lagi pernikahan akan dilaksanakan." ucap pelayan tersebut sambil memberikan hormat


"Baiklah kami akan segera kesana." ucap kakek Ajima


Sementara itu untas yang baru tersadar dari pingsannya langsung melihat sekelilingnya tampak bingun karena merasa asing dengan ruang tersebut apalagi ruangan tersebut seperti kamar di sebuah kerajaan


"Apa Aku sedang bermimpi atau aku kembali ke masa lalu." ucap untas sambil melihat sekeliling kamar tersebut dia sepertinya lupa bahwa dia berada di kerajaan benua atau dia memang shock atas kejadian yang lalu sehingga membuatnya lupa dengan apa yang terjadi.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya