Princess Briana

Princess Briana
209



Tampak semua tenang-tenang saja hanya unta yang otak keponya selalu merajalela entah apa yang dipikirkannya hingga dia tak sadar dia tertidur


Sementara itu di kerajaan benua di sebuah kamar sepasang pria dan wanita masih terlelap di bawah selimut yang sama


Para pelayan yang biasanya membangunkan Darren sudah diperingati oleh Mama Erina agar tak ada yang mendekat di kediaman Daren dan semua jendela di tutup rapat-rapat


Sedangkan itu keluarga nenek Desi sudah sedari pagi berangkat dengan jet pribadi milik mereka sendiri tampak di perjalanan nenek Desi sangat khawatir dengan keadaan cucunya


Sementara itu di kerajaan Benua Tampak nenek Anita dan juga nenek Yena sedang bersiap untuk menyambut kedatangan nenek Desi yang akan tiba 1 jam lagi


Satu jam berlalu kini rombongan keluarga besar nenek Desi sudah tiba tepat di belakang istana di mana terdapat landasan di sana nenek Desi langsung disambut oleh nenek Anita dan nenek Yema


Apakah baik-baik saja Tanya nenek anita saat mereka sudah duduk bersama di sebuah ruangan setalah nenek Desi turun dari pesawat dan menyuruh pelayan membawa tas miliknya ke dalam kamarnya


Penerbangan ku baik-baik saja tapi aku memikirkan cucuku bagaimana dia Kenapa dia tidak menyambutku." tanya nenek Desi bingung karena cucunya tak menyambutnya datang tadi


"Kami juga bingung dari tadi pagi kami mencarinya bahkan pelayan yang biasa membangunkan dirinya untuk sarapan tak menemukan keberadaannya." ucap nenek Anita penuh kebohongan


"Benarkah apakah dia tak pernah mengatakan pada kalian ke mana dia atau apakah ada yang melihatnya keluar dari kamarnya." Tanya nenek Desi mulai khawatir dengan keadaan cucunya


"Daren siapa dia aku baru mendengar namanya." tanya nenek Desi yang Memeng kurang mengenal Daren karena jarang bergabung jika ada acara keluarga


"Dia cucu laki-laki ku saudara kembar Yena dan Yema." ucap nenek Yena Santai


"Sebaiknya kita mencari Levy sekarang aku takutnya terjadi sesuatu pada cucuku apalagi tidak biasanya dia menghilang tanpa mengatakan pada siapapun." ucap nenek Desi yang terlihat panik


"Baiklah kita akan mencarinya dulu di dalam kamarnya terlebih dahulu setelah itu kita akan mencari ke tempat lain lagi dia mungkin berjalan-jalan pagi-pagi sekali sehingga aku tak berpikir untuk mencarinya tadi." ucap nenek Anita


"Ayo kita langsung ke kamarnya untuk mencarinya ucap Nenek Desi langsung bangkit dan berjalan bersama nenek Anita dan nenek Yema bersama beberapa pelayan menuju kamar Levy


Begitu sampai di depan kamar nenek langsung menerobos masuk tampak nenek Desi memeriksa setiap jengkal kamar tapi kamar tersebut sepertinya sudah ditinggalkan dari kemarin tidak ada tanda-tanda keberadaan cucunya di dalam kamar tersebut


"Apa kalian yakin bahwa cucuku tidur dikamar ini karena sepertinya kamar ini tak ditiduri sejak kemarin walaupun terdapat barang-barang milik Levy disini." ucap nenek Desi


"Benar ini Kamara Levy aku sendiri yang mengantarkannya ke sini tapi kau bilang kamar ini sepertinya tak di tiduri sejak kemarin benarkah apa jangan-jangan dia di kamar." ucap nenek Anita terpotong saat nenek desi langsung berlari keluar dan bertanya pada pelayan di mana Kamar Daren


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya