Princess Briana

Princess Briana
118



Deslan menatap putrinya dengan seksama saat melihatnya sudah duduk di hadapannya


Yena melihat kedua orang tuanya bingung apa yang sudah terjadi sehingga ayahnya bersikap seperti itu


"Sayang bolehkah ayah bertanya sesuatu padamu dan kau harus jawabnya dengan jujur." ucap Desalan


Diantara kebingungan nya atas perkataan ayahnya yena hanya mengangguk setuju


"Apa sekarang kau belum memiliki hubungan spesial dengan seseorang." tanya Desalan to the point


Yena terdiam kaku di hadapan deslan dia bingung harus mengatakan apa dan dia juga tidak bisa mengartikan Bagaimana hubungan yang terjalin antara dirinya dan Bastian walaupun memang selama ini dia dan Bastian saling bertukar kabar apalagi baru beberapa hari yang lalu Bastian mengatakan Ingin melamar walaupun memang yena mencintai Bastian


Desalan melihat putrinya yang terdiam kaku seolah-olah bingung akan menjawab apa padanya


"Kenapa kau diam bisakah kau menjawab pertanyaan Ayah, Ayah ingin memastikan sesuatu." ucap Desalan


Sebenarnya aku hanya dekat dengan satu orang pria dan pria tersebut adalah Bastian ucap yena jujur sambil menunduk


Suara desalan seakan tercekat di tenggorokan mendengar perkataan putrinya jadi selama ini benar apa yang dikatakan David kalau putranya dan putrinya memiliki hubungan spesial tapi bagaimana bisa selama ini dia selalu mengontrol setiap yang dilakukan putrinya dan semua pesan keluar masuk di ponsel putrinya sudah dia sadap


"Bagaimana bisa bukankah selama ini kalian tidak pernah berhubungan jadi bagaimana bisa kalian saling bertukar kabar tanya Desalan yang masih tidak mengerti sebenarnya Bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini


Sontak saja ucapan Yena membuat mata Desalan terbelalak begitupun dengan indah mereka tidak percaya apa yang terjadi di abad modern ini yang serba online dan mereka masih menggunakan merpati sungguh sesuatu yang luar biasa


"Bagaimana bisa merpati itu kan adalah merpati tetangga kita yang selama ini selalu berkeliaran di sekitar rumah kita ucap Deslan penuh tanya karena memang tetangganya di samping rumah memelihara merpati


Yena juga bingung harus menjawab apa karena baru Beberapa bulan yang lalu Bastian mengirimkan merpati itu kepadanya itupun tak disadarinya nanti merpati tersebut mengetuk-ngetuk kaca pintunya jendela kamar Yena melihat merpati Yena langsung membuka jendela miliknya saat membuka jendela merpati tersebut tak bergeming saat Yema mentap kaki merpati tersebut Yena melihat di kaki merpati tersebut ada gulungan kertas kecil karena penasaran Yena pun berinisiatif mengambilnya yena tersenyum saat membacanya ternyata itu dari Bastian


"Sebenarnya ada salah satu merpati yang buka merpati tetangga dan warnanya berbeda di adalah merpati yang dikirim oleh Bastian untuk kami saling bertukar kabar." ucap jujur Yena


Wah kalian romantis membuat Mama sangat iri dan cemburu dia jaman modern ini semuanya serba instan dan kalian masih menggunakan merpati mengingatkan Mama pada film India yang mau menonton ucap Indah kebablasan lupa saat ini suaminya dalam mode siaga


Menyadari kesalahannya Indah langsung menoleh ke suaminya tampak Desalan menatap tajam indah dengan raut wajah tidak terbaca membuat Indah seketika langsung menutup mulutnya bungkam sambil pura-pura melihat ke sana kemari


Deslan menghembuskan nafas kasar melihat istrinya dia yakin istrinya sudah di suap oleh Erina


"Katakan pada ayah siapa yang akan kau pilih di antara ayah dan Bastian." tanya Desalan


Mendengar pertanyaan suaminya pada putrinya membuat Indah terkejut spontan Indah langsung menatap tajam Deslan.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya