
Dalam kamar tampak Briana akan siauman membuat Alvin spontan mendekati Briana dengan gelas yang di sediakan oleh pelayan tadi
Briana menggeliat memegang kepalanya "sayang kau sudah sadar sebaiknya kau minum dulu." ucap Alvin
Mendengar suara Alvin membuat Briana mengarahkan pandangannya pada pria yang berada di sampingnya Alvin mendekat dan membantu Briana untuk bangun kemudian mendekatkan gelas di bibir Briana Agar dapat langsung di minum tanpa kata Briana meminum air tersebut sampai tandas membuat Alvin tersenyum karena briana tampak lebih sehat setelah minum Alvin langsung menyimpan gelas kosong di meja dekat ranjang
"Sayang aku sangat khawatir saat mama mengatakan kau sedang kurang sehat." ucap Alvin
Briana melihat sekelilingnya dan merasa Aneh karena ini bukan Kamarnya, bukanya tadi dia di kamarnya sedang bersantai kemudian dia tertidur
"Sayang aku di mana." tanya Briana, kamu di rumah pak penghulu apa kau tak ingat hari ini Untas akan menikah aku pikir kau datang bersama nenek tapi saat dalam perjalan kau tak sadarkan diri." ucap Alvin dengan polosnya
"Benarkah bukanya aku di kamar sedang tidur tadi aku Tidak sadar sudah berada di sini." ucap Briana sedikit bingung
"Entahlah aku juga tidak tahu aku hanya mendapatkan pesan dari mama yang mengatakan bahwa kau sedang sakit di salah satu kamar di rumah pak penghulu." ucap Alvin
"Benarkah baiklah sebaiknya kita keluar karena sebentar lagi pernikahan untas akan berlangsung Apa kau sudah bertemu dengan orang lain." tanya putri Briana
"Tidak karena kamar yang di tepati Untas untuk berpakaian berada di bagian depan sehingga aku langsung masuk dari pintu samping bersama Untas jadi tidak bertemu yang lain yang berada di dalam rumah." ucap Alvin
Sontak saja perkataan Briana membuat Alvin yang tadinya sudah bangkit dan hendak berjalan ke arah pintu kembali berbalik dan melihat ke arah putri Briana
"Sayang Apa yang kau lakukan Kenapa kau membuka kancing bajumu." tanya Alvin sambil menelan bagian dada Briana yang sedikit terekspos
"Sayang coba mendekat kemari aku merasakan sesuatu yang aneh di tubuhku sangat panas." ucap Briana
Alvin tanpa pikir panjang langsung mendekat ke arah Briana dia takutnya sang kekasih kembali sakit demam karena merasa panas di tubuhnya saat Alvin sudah mendekat Briana langsung meraih tangan Alvin dan langsung menempelkannya di bagian dadanya "sayang bagaimana panas kan." ucap briana dengan polosnya
Spontan Alvin terbelalak tangannya sudah menyentuh diantara gundukan gunung berapi milik Briana sayang "Apa kau mungkin panas dalam." pikir Alvin yang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Briana
"Entahlah tapi aku merasa sangat panas di dalam tapi saat tanganmu sudah berada di sini sepertinya terasa lebih enak." ucap Briana
Entah dorongan dari mana saat Briana melihat bibir Alvin yang sekarang sedang duduk di sampingnya dengan cepat langsung mencium bibir tersebut membuat Alvin spontan terkejut tidak biasanya sang kekasih yang terjepit dahulu melakukan hal tersebut Alvin langsung menyambut hal tersebut dengan bahagia
Semakin lama mereka semakin larut dalam ciuman panas tersebut tanpa sadar tangan Alvin sudah meremas salah satu gunung api milik Briana membuat ******* keluar dari bibir Briana.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya