
Di luar ruang kerja David tampak Bastian dan yang lain sedang menunggu para orang tua yang sedang berdiskusi tentang apa yang mereka diskusikan tapi sepertinya diskusi nya cukup alot sehingga membuat orang-orang di luar tampak sangat tegang
Sedangkan di dalam ruangan tampak David berikut diskusi jadi "bagaimana kapan kita akan melamar Yena." tanya ayah David
"Bagaimana kalau tiga hari lagi kita pelamarnya Aku yakin desalan pasti akan terkena serangan jantung ucap David sambil tertawa sumringah
"Kau ini ini jahat sekali bisa bisanya kau mendoakan deslan jantungan dia itu besan kita, Apa kau lupa bawa anak Kita Galang menikah dengan kembaran Yena." ucapa Erina kesal pada suaminya
"Justru itu aku mengatakan hal tersebut dia pasti tak pernah berpikir bahwa anaknya yang perempuan akan menjadi menantu kita lagi dia akan seperti tercekik karena dia selalu ingin menantu yang biasa saja tapi pada akhirnya mendapatkan menantu yang di luar ekspektasi nya." ucap David sambil tertawa terbahak-bahak
"Bisa tidak kau lebih serius sedikit kau menertawakan orang lain apa kau juga akan tertawa saat Briana mendapatkan suami yang lebih licik darimu." ucap nenek Anita ucapan ekanita membuat David terdiam
"Mama ini apa-apaan sih Apa maksudmu mengatakan hal tersebut aku akan mencari pria yang tepat untuk Briana setidaknya dia seseorang yang bisa membuat aku tenang." ucap David
"Kau ini kau tidak usah terlalu menekan putrimu biarkan dia berusaha mencari pasangannya sendiri Kita orang tua tidak berhak menentukan pilihan untuk anak kita karena bukan kita akan menjalani pernikahan tersebut tapi anak kita." ucap nenek Anita
"Tapi biar bagaimanapun kita harus menilainya ibu agar anak tidak salah memilih biar bagaimanapun kita kan selalu ingin yang terbaik untuk anak kita." ucap David bijaksana
"Benar apa yang kau katakan tapi sebaiknya kau juga harus mengetahui apa yang dipikirkan oleh briana siapa tahu dia sudah menemukan tambatan hatinya tanpa kita ketahui ucap nenek Anita
"Sudahlah membahas Briana sekarang yang harus kita pikirkan adalah Bastian Apa yang akan kita lakukan saat ini karena sepertinya Desalan yang akan berat untuk melepaskan putrinya." ucap Erina
"Bagaimana kalau kita langsung saja melamar Yena tanpa memberitahu apapun pada deslan dan indah atau kita bisa menjebak Yena agar langsung dapat menikah dengan Bastian." ucap David
"Kau ini itu tidaklah mungkin kau tahu kan kita harus melamar yena dengan protokol kerajaan karena Bastian adalah raja walaupun kita melakukan lamaran tersebut secara tertutup." ucap Erina
"Kau benar aku sampai lupa bahwa putra bungsu ku adalah seorang raja baiklah Bagaimana kalau ibu dan dirimu berbicara dengan indah dan nenek Yena mereka adalah orang yang bisa membuat deslan tak berkutik." ucap David
"Ah kau benar sepertinya aku akan pergi berbelanja dan ke salon." ucap nenek Anita sambil merapikan penampilannya
"Sepertinya hari ini waktu yang tepat untuk memasak dan mengirim ke rumah-rumah sahabat-sahabat kita dengan tersenyum sumringah dia kan datang untuk membawakan makanan ke rumah deslan sambil bercerita dengan indah
Sementara di luar ruangan "aduh kenapa ya sepertinya mereka berdiskusi sangat lama Apa itu tidak apa-apa." tanya Bastian pada Briana.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya