
Sementara itu di sebuah rumah sederhana dengan halaman yang luas tampak ultah tampak penghulu sedang duduk sambil berbicara tambah sarang lama keluar Sri dengan talang minuman di tangannya
Sementara untas dia terlihat cuek dan biasa saja melihat wajah Sri yang sudah tebar pesona, tebar senyum dan tebar yang lain-lain di hadapan Untas sambil meletakkan cangkir minuman di hadapan Stuart
Sementara itu pang penghulu yang melihat ekspresi Untas biasa saja tidak seperti pria-pria yang lain saat pertama kali melihat wajah Sri Mereka terlihat berbinar dan genit
Timbul pemikiran yang aneh di otak pak penghulu dia bahkan berpikir bahwa Untas memiliki kelainan seksual atau kalau tidak matanya mungkin sedikit rabun sehingga tak melihat sri yang ada di hadapannya
Sementara itu Sri yang merasa Untas yang terlihat cuek dan tak memperhatikannya Sama sekali lalu berkata "silakan diminum tehnya Tuan saya sendiri yang membuatnya." ucap Sri
Untas hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Sri, membuat Sri bingung melihat apa pria yang ada di hadapannya ini buta tak bisa melihat bodynya yang seksi dan wajahnya yang cantik serta kulitnya yang putih
"Terimakasih mbak." ucap Untas sopan
Tanpa mereka sadari Untas sedari tadi saat di dalam mobil sudah melihat jendela dapur yang terbuka, Untas melihat seorang wanita yang berhijab dengan mengunakan penutup wajah tapi tanpa wanita itu sadari cadarnya sedikit terangkat menampilkan senyum indahnya membuat Untas terpesona di buatnya dan sejak saat itu Untas selalu mencuri pandang pada jendela dapur yang terbuka lebar dan di sana dia melihat apa yang terjadi di dapur dia melihat saat Siti membuat teh dan saat Sri mengambil teh tersebut dan membawanya ke hadapannya
Sri kode ayahnya agar memperkenalkan Untas padanya mengerti kode dari putrinya pak penghulu langsung tersenyum "tuan Untas kenalkan ini adalah putriku namanya Sri dan masih ada satu lagi tapi dia sedang berada di dalam rumah." ucap penghulu
Sri tersenyum sambil menerima uluran tangan Untas ikut duduk di kursi samping ayahnya sambil melihat tuntas dari atas sampai ke bawah
Sementara itu Siti yang sedang menggoreng pisang bersiap mematikan kompor dan menyajikan pisang goreng yang sudah dia goreng setelah selesai menggoreng Siti pun keluar dengan piring pisang goreng di tangannya saat siti keluar Untas langsung menatap dalam ke arah Siti membuat Siti sedikit kikuk dibuatnya Siti langsung meletakkan piring pisang goreng di atas meja tersebut Lalu Siti hendak masuk ke dalam
"Siti kemarilah nak Ayah ingin memperkenalkanmu dengan tamu Ayah." ucapan penghulu mendengar perkataan ayahnya Siti menghentikan langkah kakinya yang hendak masuk ke dalam rumah
Langsung melangkah ke posisi semula yaitu di samping ayahnya "kenalkan nak ini adalah Tuan Untas dia adalah tamu Ayah." ucap pak penghulu Siti langsung tersenyum "maaf tuan kenalkan nama saya Siti." ucap Siti belum mengetupkan kedua tangannya di dada
Untas Bangkit dan juga mengatupkan kedua tangannya di dada "kenalkan nama saya untas." ucap Untas sambil sedikit menunduk
"Ayah sebaiknya aku menunggu ayah di dalam rumah saja soalnya aku ingin melakukan sesuatu di dalam rumah." izin Siti pada sang ayah saat mengingat rumahnya agak sedikit berantakan karena Sri yang tadi ngemil sambil nonton
Sri melihat hal tersebut hanya membuang mukanya dia sangat kesal pada adiknya tersebut karena berpikir bahwa Siti sok alim dan baik
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya