Princess Briana

Princess Briana
2



Setelah masuk ke dalam tampak mobil Deni dan Galang yang baru saja tiba di kediaman David di susul mobil raja Bastian


Saat Galang dan Deni masuk si kembar menatap tajam ke dua asistenya


Membuat Galang dan Deni hanya mampu tertunduk, " sebenarnya apa yang terjadi sampai Briana minta di jemput oleh ayah." tanya Brayen pada Deni dan Galang


"Kami juga tidak tau, Briana ke toilet tapi setelah pergi dia tak kembali." ucap deni


"Sayang kenapa kau tak pulang bersama kakak Deni dan Galang." tanya Erina


"Aku juga tak tau saat aku ijin ke toilet dan begitu kembali mereka sudah menghilang." ucap Briana tanpa dosa


Galang dan Deni terbelalak mendengar ucapan Briana, " astaga apa kalian meningalakan adik Kalian." tanya Erina


"Mana mungkin kami meningalakan Briana, mama kan tau aku sangat menyayangi Briana." ucap Galang, membuat Erina setuju


Briana mendelik menatap Galang yang selalu di percaya oleh mamanya


"Sayang mungkin kakakmu tak melihatmu saat kau keluar dari toilet." ucap Erina


Membuat Briana manyun, "ayah yakin kakakmu akan menghukum mereka kau tenang saja." bisik David ke telinga Briana, membuat Briana mengguk setuju


Saat mereka sedang asiknya mengobrol datang Yema dan Yena membuat suasana semakin hangat


Kini si kembara bersama kedua Asistenya sudah kembali ke kantor mereka


Benar saja Deni dan Galang di hukum, sesuai keuntungan si kembar


Sementara itu sebuah kamar tampak seorang pria tampan yang baru saja selesai mandi siapa lagi kalau bukan si tampan pangeran Alvin


Alvin tampak tersenyum saat mengingat wanita yang masuk kedalam mobilnya dan Tampa permisi memukulnya


Setelah berpakaian rapi Alvi langsung menuju perusahaan miliknya yang merupakan warisan dari almarhum ibu kandungnya


"Aku ingin kau mencarikan aku identitas wanita yang masuk ke dalam mobilku saat kita berada di bandara." ucap Alvin


"Baik tuan muda." ucap Rendra dan langsung keluar


Tiga puluh menit kemudian Rendra kembali dengan wajah yang sepertinya penuh kesulitan


Rendra masuk langsung menuju meja tuan mudanya


Alvin menghentikan pekerjaannya lalu menatap Rendra


"Ada apa apa kau sudah menemukan identitas wanita tersebut." tanya Alvin


"Maaf tuan muda tapi tak ada informasi mengenai wanita yang anda maksud bahkan cctv bandara tak ada perempuan dengan ciri-ciri , yang anda maksud." ucap Rendra


"Kau jangan bercanda manamungkin gadis biasa sepertinya tak mempunyai identitas." ucap Alvin yang tak percaya apa yang di katakan Rendra


"Tapi itu kenyatannya tuan mudaTak ada yang mengetahui tentang identitas wanita yang tuan maksud bahkan tak ada yang pernah melihatnya." ucap Rendra, membuat Alvin menautakan alisnya bingung, mama mungkin dia bertemu setan secantik itu apalagi matanya sangat indah dan bisa memukulnya


"Baiklah kau boleh keluar tapi aku ingin kau terus mencari keberadaan wanita yang aku maksud." ucap Alvin


"Baik tuan muda." ucap Rendra memberi hormat lalu keluar dari ruangan Alvin


Di kediaman David tampak Briana sedang berbicara dengan Bastian


"Wah aku tak menyangka kau semakin tampan saja setelah menjadi raja, kau sangat mirip dengan kakek Ajima." ucap Brian sambil terkekeh


Bastian memutar bola matanya malas dia juga bingung ke tiga saudaranya seperti orang bule sedangkan dirinya berwajah nasional bangat seperti kakeknya, bahkan kembarannya lebih parah bahkan bola matanya se biru lautan sedang bola matanya hitam pekat.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya