Princess Briana

Princess Briana
5



Rendra masuk, Rendra sangat terkejut saat melihat Briana mentalnya dengan tatapan tajam, dia ingat betul pria yang sudah membuat dirinya tanda tangan untuk bekerja di bagian penelitian tekhnologi tapi menjadi asisten CEO


"Nona Briana bukanya anda di bagian penelitian." ucap Rendra berusaha. menyembunyikan kebohongannya


"Harusnya aku yang harus bertanya pada anda bukanya anda sediri yang menyiapkan surat tersebut." sindir Briana


"Maafkan aku nona sepertinya ini adalah kesalahan administrasi yang di lakukan oleh HRD sehingga membuat nona menjadi asisten CEO." ucap Rendra meyakinkan


"Sudah semua sudah terjadi baik di penelitian maupun menjadi asisten CEO semua sama saja." ucap Alvin


Briana dan Rendra terdiam, Alvin hanya bisa mengeleng


"Sekarang katakan ada apa." tanya Alvin


"Maaf tuan muda ini berkas yang akan kita presentase kan pada rapat kali ini dengan beberapa perusahan silahkan di periksa." ucap Rendra memberikan berkas kepada Alvin


"Biarkan asisten baruku yang menangani semua itu." ucap enteng Alvin


Membuat Rendra terbelalak mendengar perintah Alvin, bagaman bisa dengan mudahnya Alvin memberikan pekerjaan yang di kerjakan oleh beberapa orang profesional ke pada seorang anak magang, walaupun otaknya sangat jenis tapi dia belum berpengalaman


"Tapi tuan muda." ucapan Rendra terhenti saat Alvin menatap tajam dirinya


"Itu meja dan kursi mu kau akan satu ruanga denganku." ucap Alvin sambil menunjuk ruangan yang agak tertutup di pojok ruangan miliknya jadi hanya dirinya yang dapat melihat Briana dengan bebas


Kini semua sudah berada di ruangan rapat tampak Brian sangat profesional dalam memberikan persentase dan menguasai semua isi berkas yang tadi di berikan semua orang menatap kagum pada Briana termasuk Alvin dan Rendra


Alvin dan Briana langsung kembali ke ruangan mereka baru beberapa menit Alvin duduk di kursi kebesaranya tiba-tiba masuk seseorang tanpa permisi


Alvin mengehembuska nafasnya kasar saat melihat siapa yang datang dia adalah James adik tirinya bersama mantan kekasihnya yang telah mengkhianati dirinya dan lebih memilih adik tirinya


James dengan angkuhnya duduk di sofa di ruangan Alvin, Alvian meningalakan pekerjaannya langsung menghampiri ke dua orang tersebut


"Ayolah kakak aku datang kemari untuk melihatmu, kau tau aku akan segera menikah karena ibu sudah menjodohkan ku dengan putri kerajaan benua." ucap James percaya diri, menyombongkan dirinya


"Benarkah pasti kau sangat bahagia." ucap Alvin sambil tersenyum sini melihat ke dua orang tersebut


"Kalau kau menikah bagaimana dengan para selir milikmu." tanya Alvin


"Tentu saja aku tetap akan menjadikan mereka selirku, aku menikahi putri kerajaan benua agar posisiku di istana semakin kuat." ucap James sambil terkekeh


Sedangkan Briana yang mendengar pembicaraan kedua kakak beradik tersebut hanya tersenyum tipis


"Apa kau tak memberi kami minum." tanya wanita yang bersama James


"Briana tolong bawakan minuman dan cemilan." ucap Alvin


James sedikit terkejut saat mendengar panggilan yang di lakukan oleh Alvin dia tak menyadari bahwa di ruangan tersebut tenyata bukan hanya mereka bertiga


Briana bangkit lalu melangkah ke sebuah ruangan yang ternyata sebuah dapur khusus untuk Alvin


Briana membawakan air mineral dan cemilan, James melirik Briana dengan lirikan mesum, membuat Briana memutar bola matanya malas


"Wah apa dia asisten pribadimu dia sangat cantik atau jangan-jangan dia adalah kekasihmu." ucap James


Alvin hanya menatap tak suka pada James


Briana yang sudah duduk di kursinya mengumpat kesal, " dasar playboy cap monyet dia pikir siapa dia mau di jodohkan denganku ." ucap Briana sambil Dengan lincah tangannya mengutak-atik leptop kecil yang selalu dia bawa kemana-mana


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya