Princess Briana

Princess Briana
17



Mendengar hal itu pria tersebut semakin takut, apalagi mengingat ular piton raksasa tadi yang berada tepat di wajahnya


Penjaga membuka pintu keluar, kau akan bekerja di peternakan." ucap penjaga tersebut, membuat pria tersebut langsung bernapas lega, setidaknya dia tak di jadikan santapan ular


Sedangkan James yang sedang menunggu kabar dari orang suruhannya menjadi bingung karena sejak kemarin orang itu tak ada kabar sama sekali bahkan ponselnya Sudah tidak aktif lagi


Pagi menjelang di perusahan B&B tampak Galang sudah bersiap menuju perusahan ALL, Merkea akan mengadakan rapat


Tampak di perusakan Alvin mereka sedang bersiap kedatang investor penting dari perusahan B&B, sedangkan betina yang sudah di pindah di bagian penelitian walaupun mejanya di ruangan Alvin, hanya mengetahui dia akan menemani Alvin dalam rapat karena sekertaris Alvin tak masuk


Kini Alvin, Rendra dan Briana sudah duduk menunggu, dari pintu tampak Galang dan Deni masuk, Brima langsun menunduk melihat sepupu dan kakaknya ada di ruangan tersebut


Galang yang tepat di hadapan Alvin terus menatap Briana membuta Alvin sedikit Tidka nyaman, Deni ikut memperhatikan Briana membuta Rendra Langsung melihat Briana yang menundukkan kepalanya


"Maaf tuan Galang sepertinya dari tadi anda terus memperhatikan asistenku ." ucap Alvin


Galang Langsung mengalihkan pandangannya pada Alvin, "maaf tuan Alvin asisten mu sangat sopan dia terus tertunduk sejak kami datang ke mari." ucap Galang


Alvin langsun melihat Briana yang terus menunduk, Alvin kemudian menyenggol tangan briana, Galang menatap tajam Briana saat Briana melihatnya sedangkan Deni sangat terkejut


"Maaf tuan Alvin bisakah kita menunda rapat sebentar aku ingin berbicara pada asisten mu kalau kau tak keberatan." ucap Galang


"Baiklah tuan kami akan menunggu di luar." ucap Alvin dengan perasan bercampur aduk


Ada apa ini kenapa kau bisa menjadi asisten seorang pria bukananya kau ijin magang menjadi salah satu peneliti." tanya Galang dengan suara yang sedikit keras, entahlah tapi Galang dan yang lain terutama ayah David selalu tak menyukai bila Briana berdekatan dengan seorang pria apalagi melihat Briana yang masih muda menurut Mereka


"Aku memang di bagian penelitian tapi karena sekertaris tuan Alvin tidak masuk dia menyuruhku untuk menggantikannya." ucap Briana tak Berani menatap kakaknya, walaupun dia sering mengerjai Galang tapi jika dirinya salah dan Galang marah Briana juga tak akan berani berkutik


Cara satu-satunya adalah menjadi adik manja yang bisa meluluhkan siapapun, "kakak sayang aku mohon rahasiakan semua ini, aku hanya satu bulan bekerja di sini, lihat aku memakai jam pemberian mu." ucap briana dengan terus memeluk lengan galangan dengan manja


Galang yang lemah hati pada Briana, langsung luluh begitu saja saat menatap adiknya tersebut, "baiklah tapi mulai saat ini aku akan mengatar dan menjemput dirimu, kau tak boleh sembarang keluar apalagi bersama pria." ucap Galang


Briana memutar bola matanya malas kenapa semua kakaknya sama saja, padahal dia dapat menjaga dirinya sendiri


Sedangkan di luar Alvin tampak sangat gelisah, apalagi Deni langsung mengahalagi pintu, "sebaiknya kau jangan mencoba untuk mendekati briana dia bukan wanita yang seperti kau pikirkan." ucap deni membuat Alvin menatap tak suka pada Deni dan hal tersebut membuat Rendra sedikit bingung


Pintu terbuka Galang mempersilahkan semua masuk tampak duduk Briana sudah agak jauh dari Alvin membuat Alvin bingung


Pertemuan kerjasama berjalan lancar, Galang dan Deni langsung pamit keluar


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya