Princess Briana

Princess Briana
228



Setelah memukul putranya Lewis kemudian duduk lalu pura-pura merasa frustasi dengan mengusap kasar wajahnya


Melihat hal tersebut Need langsung bangun dari pingsannya dia sedikit merasa bersalah karena sempat berpikir bahwa semua ini dilakukan oleh Lewis dan David


"Need kau sudah sadar." tanya Desalan


"Ayah kau sudah sadar." tanya Rena Need menganguk "iya sebaiknya kita mempersiapkan pernikahan Rena dan Mikael secepatnya putus need membuat semua yang ada di kamar tersebut saling menatap dan sejurus kemudian bersama-sama melihat ke arah Need


"Bagaimana kalau mereka menjelaskan terlebih dahulu bagaimana mereka bisa berakhir di dalam kamar ini." ucap Desalan


"Sudahlah tidak perlu di ungkit lagi yang terjadi semua sudah terjadi walaupun kita mengetahui apa yang terjadi tak akan membuat perubahan." ucap Need yang masih berpikir bahwa kejadian tersebut karena mereka saling mencintai bukan karena jebakan seseorang


"Apa kau yakin kau akan menikahkan Rena dan Mikhail." tanya ibu Need seolah-olah tak percaya bahwa putranya dengan sadar akan menikahkan putrinya


"Ya aku yakin." ucap Need mantap karena dia yakin ini bukan jebakan seperti yang sudah dia baca di buku diary putrinya bahwa mereka saling mencintai Need berpikir mungkin ini perbuatan suka sama suka


Tidak seperti Rani yang memang menikah Karena di jebak oleh Brayen apalagi di yakin setelah mendengar perkataan David dan melihat Lewis yang menghajar Mikhail membuat Need jadi semakin yakin


David dan Lewis tersenyum tipis saat rencana mereka berhasil dengan sempurna


Setelah mengatakan hal tersebut Need bangkit di ikuti david dan Yang lain


Kini Mikhail berada di dalam kamar sedang bersiap tampak Michael langsung memeluk saudara kembarnya selamat kau akan menikah


Sementara di luar kamar tampak rose yang baru mengetahui hal tersebut langsung berjalan menemui kakaknya di ikuti Deni dengan perasan was-was


Rose menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menatap Deni " maaf sayang aku kadang lupa." ucap Rose sambil memperbaiki Langkahnya agak pelan


Begitu sampai di depan kamar di mana Mikhail berada rose langsung masuk ke dalam kamar


Astaga kakak akhirnya kau dan Rena akhirnya kau akan menikah ku pikir kau tak akan pernah menikah .....apalagi ada Mak Lampir yang terus mengejar mu." cerocos Rose saat sudah berada dalam kamar


"Astaga Rose bisakah kau tidak mengagetkan kami saat kau datang ingat saat ini kau sedang hamil." ucap Michael


Rose hanya tersenyum "selamat kakak akhirnya kau menikah dan meningalakan lelaki jomblo yang ada di hadapan mu saat ini." ucap Rose sambil melirik ke arah Michael


"Hai aku jomblo yang berkualitas karena itu sampai saat ini aku belum memiliki kekasih." ucap Michael


"Bukan karena wanita takut melihat wajahmu yang datar tanpa ekspresi dan kau tak pernah berbicara dengan seorang wanita lebih dari satu menit Selain keluarga mu sendiri." ucap Rose


"Astaga kau ini tak tau banyak wanita yang selalu melemparkan dirinya pada kakak hanya saja kakak tak ingin bermain dengan wanita sembarangan kakak ingin wanita yang bisa menjaga dirinya." ucap Michael


"Kakak jangan terlalu memilih pasangan nanti kakak jadi bujang lapuk." ucap Rose


"Sayang sebaiknya kau duduk nanti kau kelelahan ." ucap Deni mengehetikan pembicaraan ke dua kakak beradik tersebut yang akan terus beradu argument kalau tak di hentikan


Sementara di kamar Rena tampak mama Eni dan Rani sedang bersama Rena yang sudah di dandani.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya