Princess Briana

Princess Briana
94



"Kalian bersekongkol tapi itu tak ada artinya aku sudah mengepung tempat ini ." ucap panglima Kenda


Melia langsung tersenyum remeh ke arah Alvin, "sebenarnya aku ingin kau menjadi suamiku, tapi sepertinya kau lebih suka mati." ucap Melia sambil tersenyum mengerikan


Ha ha ha ha ....menjadi suamimu apa kau sedang mengutuk diriku, lebih baik mati dari pada menjadi suami wanita seperti mu sudah tak ada merek, sudah berisi lagi, itu kalau kau bisa membunuhku." ucap Alvin santai


Malia sangat marah mendengar perkataan Alvin yang lebih memilih mati dari pada bersamanya dan darimana Alvin tau bahwa dia Sedang hamil yang mengetahui hal tersebut hanya dokter pribadi mereka dan ayahnya pikir Melia


"Apa yang kau katakan kau menghinaku, beraninya kau ." ucap Melia dengan Marah yang tak terkontrol dengan gerakan cepat berusaha menyerang alvin


Tapi saat tangannya hampir sampai dari arah samping tiba-tiba seseorang menendangnya hingga hampir terjatuh ke lantai untung saja panglima kenda bergerak cepat untuk menolong putrinya


Semua orang terkejut saat wanita bercadar dengan rambut pirang dan mata biru tepat berada di sisi Alvin dengan beberapa penjaga yang mengelilinginya


Alvin menatap sumringah pada sosok wanita yang ada di hadapannya, melihat hal tersebut sontak membuat semua semakin terkejut


"Apa kau baik-baik saja." tanya panglima kenda pada putrinya


"Aku baik-baik saja ayah tendanya mengenai lenganku saja ." ucap Melia


"Siapa dia sepertinya di bukan orang sembarangan untung saja hanya tanganmu yang dia tendangan." ucap ayah Melia


"Ayah sepertinya kita kekurangan orang lihatlah sekeliling kita sepertinya ada bantuan dari luar." ucap Melia


"Kau benar sebaiknya kita kabur dari tempat ini sebelum terlambat." bisik panglima Kenda


"Ayah Benar kita akan membalas Alvin di saat yang tepat sebaiknya kita segera menyelamatkan nyawa kita." ucap Melia


"Baiklah sayang persiapan dirimu." ucap panglima Kenda lalu menekan tombol yang berada di tangannya, Alvin spontan memeluk Briana dan membawanya di dalam gendongannya Rendra langsung berusaha melindungi Alvin yang berjalan keluar dari bangunan tersebut


Sementara Panglima kenda dan Melia Tampak sudah keluar melalui jalan rahasia yang mereka bangun bersama ratu Elenor


Semua orang di dalam ruangan langsung keluar berusaha menyelamatkan diri masing-masing, untung saja bom hanya di pasang di dalam ruangan tersebut tidak di ruangan lainya


Begitu berada di tempat aman Alvin langsung berhenti berjalan dan langsung memeriksa keadan tubuh Briana


"Sayang apa kau baik-baik saja ." tanya Alvin


"Iya aku baik-baik saja, bagaimana denganmu." tanya Briana, setelah melihatmu aku semakin baik saja." ucap Alvin dengan mulut manisnya


"Iya kalian memang baik-baik saja tapi aku yang tak baik-baik saja bisa-bisanya kalian pikir punggung ku adalah kuris." dengus Rendra yang punggungnya di jadikan tempat Alvin untuk menaruh tubuh Briana saat akan mengecek keadaannya padahal Rendra tadi jongkok karena tali sepatunya lepas


Alvin hanya cengengesan "maaf aku pikir tadi bongkahan batu." ucap alvin sambil tersenyum sedangkan Briana langsung melompat turun merasa tidak enak pada calon adik iparnya tersebut


"Maaf karena rasanya nyaman he he he ." ucap Briana


"Apa yang harus kita lakukan sepertinya mereka telah kabur." ucap Rendra


"Kalian jangan khawatir aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menemukan mereka." ucap alvin


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


maaf kan diriku karena jaringan yang error up telat