Princess Briana

Princess Briana
251



"Ibu lihat Ayah diantar oleh mobil mewah dan lihatlah ada simbol istana di mobil tersebut ucap." Amel


"Kau benar nak wah sepertinya kita akan menjadi tamu kehormatan di tanah benua." ucap Mila penuh percaya diri


Tuan Reno masuk ke dalam rumah langsung disambut oleh Mila dan Amel ,selamat datang ayah, Amel selamat datang sayang." ucap mila dan Amel berbarengan


Tuan Renu tersenyum melihat kedua orang yang ada di hadapannya


"Di mana Naura." tanya Tuan Reno saat baru saja mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu


"Itulah yang Ibu ingin bicarakan ayah dari tadi kami sudah mencari Naura dan menghubunginya tapi kami tak dapat menemukannya Aku curiga Naura kabur." ucap Mila dengan wajah sendunya


"Benar ayah tadi aku mengecek Naura dia sedang belajar tak berselang lama aku ingin mengajaknya keluar tapi saat aku mengecek dia tak ada di kamarnya lalu aku menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif." ucap Amel


Tuan Rino terdiam sesaat mendengar perkataan Milah dan Amel dia mengingat pesan mama Tika yang yang berkata tak boleh mengatakan apapun tentang Naura


"Benarkah apa Mama sudah menghubungi teman-teman Naura untuk menanyakan keberadaan Naura banyak." Tuhan Renu pura-pura tidak tahu di mana keberadaan Naura


Mama sudah menghubungi semua kenalan Naura bahkan Mama juga menyuruh beberapa orang untuk mencari Naura soalnya mama khawatir terjadi sesuatu pada Naura kau tahu kan mama sangat menyayangi Naura." ucap Mila


"Baiklah kita akan mencari Naura setelah acara peta di istana berakhir sekarang persiapkan diri kalian kita akan menuju ke istana." ucap tuan Renu dengan pandangan yang sulit di artikan ke pada ke dua orang di hadapannya


Mendengar hal tersebut Amel dan Mila langsung kegirangan mereka sudah mempersiapkan semua kebutuhannya untuk sampai ke istana bahkan mereka sudah memesan baju jauh-jauh hari demi menunjang penampilannya untuk masuk ke dalam istana


"Benarkah Ayah kita akan pergi ke istana apakah kita akan dijemput oleh mau bilang tadi mengantar Ayah ke sini." tanya Amel penuh kegirangan


Tuan Reno hanya mengangguk menjawab pertanyaan Amel padanya


Sementara itu di sebuah kamar tampak Briana sedang menerima panggilan telepon dari seseorang "baiklah laksanakan apa yang sudah Aku perintahkan dan ingat tangkap hidup-hidup orang tersebut Aku tak ingin menghukumnya sendiri." ucap Briana


Sementara itu Alvin yang sedang beristirahat dalam kamarnya sedang memikirkan bola apa yang akan mereka cari karena kaki ajima dan panitia yang lain tak memberitahukan mereka bola apa yang harus mereka temukan apalagi pertandingan tersebut akan segera dilaksanakan setelah acara pernikahan Raja Bastian Alvin berpikir keras karena dia sangat ingin memenangkan pertandingan itu agar secepatnya menikah dengan Putri Briana


Sementara itu Unpas terlihat sangat kesal karena dirinya tak berhasil merayu Alvin untuk menemukan pembuat jamu laknat yang tadi sudah di lakukan oleh pak penghulu padanya dia sedang memikirkan cara bagaimana cara mendapatkan jamu tersebut tapi untuk mendapatkannya dia harus mengetahui siapa pembuat jamu tersebut


Apa aku harus bertanya kepada tuan David ya Tuhan pasti tahu karena anda sangat menghormati membuat jamu tersebut aku harus menemui tanda untuk mencari tahu siapa pembuat jamu tersebut tekat tuntas demi jodoh yang tak terlihat


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya