
"Kami adalah utusan pamanmu yang akan membantumu untuk melarikan diri." ucap salah seorang pria
"Benarkah apakah aku masih memiliki seorang paman." tanya perempuan tersebut sambil menatap heran pada pria yang ada di hadapannya
"Benar Nona Anda masih memiliki seorang paman dan Sekarang Paman anda sedang menunggu Anda di markas ayo nona mari kita keluar dari tempat ini sebelum para pengawal istana yang lain datang kemari." ucap pria tersebut
Wanita tersebut berpikir sejenak apakah dia harus mengikuti kedua orang pengawal yang ada di hadapannya atau tetap terdiam di tempat gelap dan bau apalagi kondisinya dalam keadaan hamil Bagaimana jika nanti anaknya lahir wanita itu berpikir sejenak lalu kemudian mengganggu setuju
Baiklah ayo kita pergi Kita akan lewat kemana satu-satunya jalan keluar dari tempat ini adalah di pintu depan." ucap wanita tersebut
"Tenang saja Nona kita bisa lewat pintu depan karena semua penjaga dan pengawal sudah kami bius silakan nona keluar secepatnya walaupun sudah kami bius tapi waktu kita hanya lima belas menit saja, untuk keluar dari tempat ini karena setiap lima belas menit ada seseorang yang akan memeriksa tempat ini." ucap pria tersebut
Dengan membawa perut besarnya wanita tersebut bertugas keluar bersama dua orang pria yang membantunya berjalan sedangkan di luar sudah ada sebuah mobil yang menunggu mereka
Sementara itu beberapa mata terus mengawasi gerak-gerik wanita hamil dan dua orang yang sedang membantu untuk berjalan masuk ke sebuah mobil setelah ketiga orang itu masuk mobil, mobil tersebut langsung melaju menuju arah selatan setelah beberapa menit mobil itu melaju tak berselang lama pria yang berada di balik semak-semak tersebut langsung keluar
"Dasar orang bodoh aku tak menyangka bahwa yang mulia bisa mengetahui apa yang akan mereka lakukan dengan ini kami bisa menemukan di mana markas tersembunyi para pemberontak yang selama ini bagaikan ditelan bumi tersebut." ucap seorang pria sambil tersenyum lalu berbalik arah kembali ke istana
"Baiklah aku mengerti lakukan sesuai dengan yang sudah kita bicarakan Aku akan kembali ke kerajaan Santos beberapa minggu lagi Aku harap semua sudah siap dan perangkap untuk pria tidak tahu diri itu harus bisa membuatnya tak bisa lari lagi." ucap Alvin
"Siap yang mulia semua sesuai dengan keinginan yang mulia dan aku akan memastikan bahwa markas tersebut akan tenggelam di saat kita selesai menghabisi para penghianat itu." ucap Pria di balik telepon
"Baiklah lanjutkan pekerjaan kalian." ucap Alvin lalu mematikan telepon miliknya
Sementara itu di kediaman keluarga besar gue ta tempat Briana sedang duduk bersama sang ibu dan juga neneknya
"Ibu, nenek Aku sebenarnya ingin menikah terlebih dahulu secara agama dengan Alvin nanti setelah itu baru kami mengadakan pesta pernikahan." ucap Briana mengeluarkan kalau kesannya
Tampak ke dua orang tersebut langsung saling pandang mertua dan menantu tersebut kemudian terdiam sejenak dan berpikir kemudian Mama Erina mengingat perkataan ayah David "apa dia pikir aku benar-benar akan menikahkannya dengan Putri ku bulan depan tidak secepat itu fulgoso dia tidak tahu saja apa yang akan aku lakukan bulan depan." ucap David sambil tersenyum penuh arti tanpa dia sadari mama Erina mendengar hal tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya