Princess Briana

Princess Briana
199



Di sebuah kamar tampak sepasang pria dan wanita sedang tidur sambil berpelukan Briana terbangun karena merasa lapar


Briana langsung mengangkat tangan yang membelit di pinggangnya Alvin yang merasakan pergerakan dari Briana langsung terbangun "ada apa sayang." ucap Alvin dengan suara khas bangun tidur


Aku lapar ingin makan ucap manja Briana membuat Alvin seketika terbangun matanya langsung melihat ke arah jam dinding yang berada di kamarnya benar saja jam menunjukkan pukul satu siang


"Maafkan aku sayang aku membuatmu kelaparan tunggu sebentar aku akan menyiapkan makanan untukmu." ucap Alvin


Briana mengaguk setuju Alvin bergegas keluar menuju dapur tak menunggu lama karena semua bahan makanan yang ada di kulkas sudah di siapkan tinggal di masak saja


Briana keluar lalu menuju meja makan sambil melihat Alvin yang dengan cekatan memasak sesuatu entah apa yang dimasak 30 menit kemudian Alvin telah selesai Alvin langsung membawa makanan tersebut ke hadapan Briana sambil tersenyum


"Wow kau yang masak semua ini." tanya Briana saat melihat masakan yang ada di hadapannya


"Tentu saja sayang Kau pikir aku tidak tahu masak kau tahu kan aku lama diasingkan oleh keluarga kerajaan sebelum menjadi raja di istana Santo aku terbiasa melakukan semuanya sendiri." ucap Alvin


Mereka berdua pun makan dengan lahap tanpa mempedulikan seorang pria yang sedang berdiri tak jauh dari meja makan sambil melihat kedua orang pria dan wanita sedang duduk bersama makan Santai dengan si wanita yang menggunakan baju sang pria sedang pria hanya menggunakan boxer dan baju kaos saja


"Tega sekali bos makan dengan lahap sementara aku seharian khawatir padanya takutnya dia jatuh pingsan dan belum makan padahal aku sedari tadi belum makan karena khawatir padanya." ucap Untas yang yang baru saja sampai di kediaman Alvin dan melihat pemandangan yang ada di hadapannya


"Siapa wanita cantik yang ada di samping bos jangan katakan itu adalah wanita yang merupakan mantan kekasih Raja Bastian pantas saja bos sangat tergila-gila padanya selain cantik warna matanya juga sangat indah." ucap Untas yang seakan terhipnotis dengan warna mata Briana


"Sebaiknya aku tidak mengganggu kesenangan bos hari ini atau bisa-bisa aku langsung dimasukkan di kandang si manis tanpa kata." ucap Untas lalu bergegas keluar menuju mobilnya


"Oh itu pasti Untas dia adalah asisten pribadi ku mungkin saja dia ingin melihat keadaan diriku tapi tumben dia pintar hari ini tak mengganggu kesenanganku dan pergi begitu saja." ucap Alvin


Teman publik lagi apa yang diucapkan Alvin dia hanya fokus pada makanannya karena memang dia sangat lapar


Setelah makan siang Alvin dan Briana duduk sambil minum teh di taman belakang rumah Alvin


"Jadi kau akan berangkat besok tanya." Alvin


"Ya aku akan berangkat bersama kak Brayen, Brian dan Galang." ucap Briana


"Apakah Kau juga akan berangkat besok." tanya Briana


"Ya aku akan berangkat pada sore hari." ucap Alvin


"Bagaimana kalau kita berangkat bersama menggunakan jet pribadi milik keluargaku agar kau juga bisa berdekatan dengan kakaku." ucap Briana


Alvin berpikir sejenak atas ide yang diberikan oleh Briana kalau dia menolak pasti Briana akan berpikir bahwa dia tak ingin dekat dengan saudaranya tapi kalau sampai dia ikut bersama mereka maka dia harus mempersiapkan jiwa dan raganya untuk menghadapi kedua Kakak Briana yang masih belum bisa menerimanya 100%.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya