Princess Briana

Princess Briana
232



Penghulu melihat pengantin wanita lalu mengaguk, Need langsung membisikkan sesuatu ke telinga Rena membuat Rena langsung memeluk erat tubuh Need


Setelah hal mengharukan tersebut ijab kabul lalu di lanjutkan


Tampak penghulu dan need saling berhadapan dengan dua orang sebagi saksi dalam pernikahan tersebut


"Baiklah bisa kita mulai pernikahannya." tanya ulang penghulu


Need langsung mengaguk ijab kabul berlangsung dengan hikmat setelah beberapa menit terdengar kata


Sah.....


Sah.....


Sah.....


Semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung bertepuk tangan dan saling berpelukan karena akhirnya pernikahan berlangsung dengan lancar


Sementara itu di sebuah kamar tepatnya di dalam kamar mandi ke dua pengantin baru yang telah selesai melakukan aktivitas pengantin baru nampak malu-malu


Levy yang lupa bahwa kamar mandi terkunci langsung menuju pintu dan membukanya, tak pintu kamar mandi terbuka dengan sempurna Levy langsung berhambur keluar dari kamar mandi deng wajah memerah dan handuk yang melilit di tubuhnya


Daren nampak terkejut melihat hal tersebut sudah jelas-jelas pintu kamar mandi terkunci tadi kenapa setelah percintaannya dengan Levy pintu itu langsung terbuka bukankah itu sangat Aneh Karena merasa penasaran Daren langsung bangkit dan keluar dari kamar mandi tersebut


Kemudian memeriksa pintu kamar mandi tampak tulisan kecil tertera di dekat pintu


Masuk sendiri keluar sendiri untuk para jomblo, sedangkan untuk pasangan yang belum halal mohon jangan pernah masuk bersama pasangan kalian karena kamar mandi ini khusus pengantin baru yang masuk berdua keluar bertiga


Sedangkan Levy yang baru menyadari hal tersebut langsung bangkit dari atas ranjang dimana tadi dia duduk


"Astaga aku baru menyadari bukanya tadi pintu itu tak bisa terbuka tapi kenapa langsung terbuka tadi saat aku memegangnya ." tanya Levy yang sudah berada tepat di belakang daren


"Apa kau ingin tau." tanya Daren dengan otak mesumnya dasar anak acar yang jadi timun


Levy mengaguk dengan polosnya karena dia berpikir pasti pintu tersebut macet atau mempunyai remote khusus agar dapat terbuka


Daren langsung mengakat tubuh Levy yang berbalut handuk dan langsung di lempar Secara perlahan di atas ranjang


"Hai apa yang kau lakukan aku bertanya bagaiman cara membuka pintu kamar mandi bukan cara melemparkan ku ke ranjang." omel Levy yang tak menyadari bahwa sang acar akan segera menjadi timun


"Aku hanya ingin mempraktekkan apa yang terjadi sehingga pintu kamar mandi dapat terbuka." ucap Daren santai


Levy bingung mendengar perkataan Daren, "apa maksud mu jadi kau harus melemparkan aku ke ranjang agar bisa membuka pintu kamar mandi tapi saat di dalam kan tak ada ranjang." ucap Levy dengan polosnya


"Di dalam kita melakukannya di dalam bathtub sekarang kita akan melakukannya di ranjang agar pintu kamar dapat terbuka." ucap Daren seenaknya


Apa kita juga terkunci di dalam kamar ini astaga ini kamar apa perangkap kenapa selalu saja terkunci." ucap Levy yang dengan mudah percaya semua perkatan daren padahal jelas-jelas pintu tersebut mengunakan kartu dan kartu tersebut tepat berada di samping pintu


Daren tersenyum miring saat melihat Levy percaya dengan semua perkataannya tenyata istrinya ini sangat polos bisa-bisanya dia percaya begitu saja apa yang dia katakan bukannya memeriksa terlebih dahulu


"Tapi sebaiknya setelah kita keluar dari kamar ini kita pindah ke kamar lain saja aku takutnya tak sanggup untuk melakukannya apalagi harus melakukan itu sebelum membuka pintu kamar mandi dan kamar tidur." ucap Levy dengan polosnya


Jangan lupa, like, komen vote dan hadiahnya