Princess Briana

Princess Briana
93



Alvin tertawa sinis sambil menatap ke arah Melia, "kalian benar-benar orang serakah rela melakukan apapun demi sesuatu dan Kau pikir aku akan percaya kau tak usah berpura-pura lagi aku tahu kau tidak gila dan tidak mungkin orang sepertimu akan mudah menyerah Panglima kenda." ucap Alvin


Suasana di dalam ruangan tersebut semakin menekan saja apalagi para pengawal Alvin mulai was-was dengan apa yang akan terjadi sementara Rendra terus berada di samping kakak iparnya tersebut untuk melindunginya


Sedangkan di kerajaan benua tepatnya di dalam kamar Briana tampak Briana sangat gelisah setelah mendapatkan kabar dari para bawahannya


Briana sedang berpikir bagaman cara pergi ke kerajaan Santos tanpa di ketahui oleh siapapun


Sedangkan raja bastin sangat terkejut mendengar laporan dari bawahannya tentang apa yang terjadi di kerajaan Santos


Bastian menghembuskan nafasnya kasar, dia tau kapan harus mengalah apalagi menghadapi Briana yang keras kepala dia hanya bisa menjaga dari jauh dan pura-pura tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Briana


Setelah berpikir Briana sudah mengambil keputusan, tangan kanan Briana langsung menghadap, "Nona semua sudah siap, tak akan ada yang tau bahwa nona meningalakan istana karena kami juga sudah menyiapkan segalanya agar tak ada yang tau kepergian Nona." ucap pria tersebut


"Apa kau yakin karena aku yakin saudaraku bukan orang yang mudah untuk di kelabui." ucap Briana


"Aku yakin nona, ini saatnya kita berangkat nona." ucap tangan kanan Briana


Briana langsung bangkit dan mengikuti pengawalnya masuk ke jet pribadi yang telah di siapakan


Setelah kepergian Briana, Bastian mentap langit lalu kembali menunduk, "dasar wanita keras kepala bahkan berusaha mengelabui ku di dalam istana ku sendiri." ucap Bastian seraya tersenyum


Sementara itu di kerajaan Santos Alvin menatap tajam ayah dan anak tersebut


Melia yang tadinya tampak seperti orang gila langsung berubah terdiam dan menatap Alvin


Tiba-tiba saja para pengawal yang memegang panglima kenda dan Melia langsung melepaskan tangan mereka


"Kau pikir kau akan dengan mudah menguasainya istana, aku sudah bekerja keras selama ini." ucap panglima Kenda


Tak berselang lama di dalam ruang para pengawal masuk dan melindungi Panglima kenda dan Melia


Alvin tersenyum miring melihat ayah dan anak tersebut


"Kau Memeng luar biasa panglima Kenda, kau yang dulunya hanya seorang pria liat dari gunung yang menjadi ketua perampok dan pembunuh bisa menjadi seorang panglima di kerajaan Santos." Sontak ucapan Alvin membuat panglima Kenda terkejut pasalnya tak ada yang tau mengenai masalalunya selain panglima Kendo


"Tutup mulutmu kau sepertinya belum tau bahwa semua pengawal kerajaan adalah orang-orang ku." ucap panglima Kenda


"Kau pasti bertanya-tanya dari mana aku tau siapa kau sebenarnya, apa kau ingat siapa dia." ucap alvin sambil menunjuk seseorang yang baru keluar dari sebuah ruangan


Panglima Kenda sangat terkejut melihat orang yang ada di hadapannya


"Tidak ini tidak mungkin dia sudah mati." ucap panglima Kenda


"Kau membunuh pria ini hanya untuk memiliki harta dan juga istrianya." ucap Alvin.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya