Princess Briana

Princess Briana
163



"Aku hanya ingin mengabulkan cita-citamu kau kan ingin menjadi Mami perih bagi putri kita agar dia dapat menemukan pangeran yang tepat jadi aku membantumu untuk menjadi Mimi perih yang cantik dan baik hati ucap Mama Erina


"Tapi kenapa kau memanggilku mami perih bukan mami peri." tanya ayah David


Karena kalau aku memanggil mami peri itu berarti seorang wanita tapi karena kau seorang pria jadi aku memanggil mami perih ucap mama Erina santai


"Terus kenapa pakaiannya seperti ini bukankah pakaian mami peri tertutup dengan gaun indah dan juga semuanya tertutup dan memiliki tongkat kecil." ucap Ayah David yang melihat pakaiannya menggunakan gaun tidur malam istrinya dengan rambut palsu Bunga di atasnya dan tongkatnya menggunakan sapu ijuk


"Itu hukuman untukmu sekarang kau tidak usah banyak bertanya diam di posisi mu aku akan menyiapkan kamera terlebih dahulu." ucap Mama Erina sambil mengambil ponselnya untuk memotret suaminya yang sudah menjadi mami perih dengan tongkat sapu


"Sayang kenapa kau ini memotretku ini kan sudah dihukum masa aku harus di foto lagi." ucap Ayah David tak terima


"Aku akan menyimpan gambar ini sebagai ancaman untukmu jika kau sampai menggunakan cara licik atau berniat untuk menghalangi pernikahan putriku maka aku akan membuat fotomu tersebar di seluruh dunia." ancam Mama Erina setelah mengambil beberapa foto menggunakan pakaian malam ala-ala peri


David hanya bisa tertunduk mendengar ancaman istrinya dan istrinya adalah seseorang yang tidak pernah menarik ucapannya jika dia sedang marah


"Terus sampai kapan aku akan memakai baju mami perih ini." tanya ayah David


"Sampai besok pagi dan ingat kau tak boleh tidur denganku Kau harus tidur di sofa atau kau akan makan tempe dan tahu besok pagi." ancam Mama Erina Ayah David mendesah frustasi kenapa dia dihukum Ayah David menyalahkan Alvin karena Alvin dia dihukum tak bisa memeluk istrinya malam ini dan menggunakan baju Mimi peri yang membuatnya sangat kesal apalagi seluruh bagian tubuhnya dapat terlihat dengan jelas


Sedangkan sang asisten si unta padang pasir masih sangat penasaran dengan jalan cerita percintaan tuannya dia bahkan sudah berpikir yang tidak-tidak dia berdiri dengan lamunannya tentang tuannya yang merebut kekasih Raja Bastian


"Sudah kau nikmati saja hukuman mu tak usah kau banyak memikirkan tentang aku dan percintaanku kau hanya cukup mengikuti segala perintah Ku." ucap Alvin


Untas mencabik mendengar perkataan tuannya sejak kapan dia tidak mengikuti perintah tuannya perasaan dia sudah menjadi asisten teladan yang sangat baik pikir untas


"Jadi bagaimana dengan perusahaan Tuan apakah sekarang perusahaan sudah tertolong dan bisa seperti dulu lagi." tanya untas berbinar


"Kau tak perlu memikirkan perasaan untuk saat ini karena aku ingin beristirahat dengan tenang menikmati mimpi indah ku tentang kekasih hatiku kau jangan terus berbicara apa kau tidak bisa menutup mulutku Aku ingin beristirahat." ucap Alvin sambil menatap tajam untas lalu berbalik memeluk bantal gulingnya


Mendengar perkataan tuannya Untas terdiam kembali menghadap tembok dihadapannya


Sementara itu Briana yang berada di dalam kamarnya tersenyum wajahnya tampak memerah seperti kebanyakan wanita yang sedang jatuh cinta


Sementara itu di sebuah istana tampak seorang wanita seorang wanita sedang menatap foto seorang pria.


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya