
Sementara itu Robert jangan di tanya seandainya dia bisa membunuh dirinya saat ini dia akan melakukannya dia sangat malu atas apa yang terjadi apalagi tuanya mengalami hal yang sama dengannya
"Apa ini yang ibu ajarkan padamu selama ini, bisa-bisanya kau dan Robert melakukan hal biadab seperti itu ." ucap mama Tika
Michael dan Robert hanya bisa tertunduk malu dan merasa sangat bersalah apalagi mereka di tatap dengan tajam oleh ayah Lewis yang baru saja datang dengan yang lain
ayah Lewis langsung mendekati mama Tika "Sayang ada apa ku mohon jangan menangis aku akan memberikan pelajar pada ke dua anak brengsek ini ." ucap ayah Lewis sambil mentap penuh amarah pada Lewis dan Robert
"Aku tak mau kau menghajar mereka cukup mereka menikah dengan wanita yang telah mereka rusak masa depannya dan menjaga mereka dengan baik aku sudah sangat berterima." ucap mama Tika dengan wajah yang penuh kesedihan dan pengharapan
Kau jangan menangis sayang aku pastikan mereka akan melkukan apa yang kau inginkan jika tidak aku sendiri yang akan membuat mereka merasakan akibatnya
Sementara itu Naura dan asiten Rani yang bernama Nini hanya bisa diam sambil berderai air mata bagiman tidak mereka berdua merasa sangat malu Apalagi semua orang ada di ruangan tersebut
Sementara itu untas langsung mendekati pak penghulu untuk meramal masa depannya dia Ingin mengetahui kapan jodohnya akan datang
Pak penghulu menaikan satu alisnya begitu melihat Untas yang berada di hadapannya
"Mau apa kau anak muda bukanya tadi kau yang menyuruh ku kembali ke kamarku untuk beristirahat dan tak percaya bahwa akan ada korban selanjutnya." ucap pak penghulu
Untas berusaha tersenyum semanis mungkin pada pak penghulu, "maaf pak penghulu tadi aku merasa khawatir dengan keadaan bapak aku takutnya pak penghulu kelelahan." ucap bohong Untas
"Aku tau kau pasti menginginkan sesuatu sehingga kau datang mendekati ku." ucap pak penghulu
"Wah dia sungguh peramal jitu, dia tau aku mendekati dirinya karena menginginkan sesuatu." pikir Untas dalam hati
"Aku tau kau datang mencari diriku Karen Ingin mengetahui kapan kau akan mendapatkan jodoh." ucap pak penghulu
"Astaga ternyata benar pak penghulu pandai meramal aku sungguh sangat terkesan." ucap Untas antusias
Pak penghulu menghembuskan nafasnya kasar, "lalu mengeleng kepalanya dasar anak jaman sekarang dia pikir aku dukun apa." pikir pak penghulu
Karena merasa Untas adalah pria yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan membuat pak penghulu ingin secepatnya menyingkirkan Untas agar dia bisa tenang menikahkan pasangan berikutnya
"Baikalah mana tanganmu biar aku melihatnya." ucap pak penghulu dengan gerakan cepat Untas langsung mengulurkan ke dua tangannya di hadapan pak penghulu
"Aneh aku kok gak bisa lihat jodoh mu ya apa mungkin kau tak punya jodoh atau jodohmu belum lahir atau bahkan sudah meninggal astaga apa mungkin kau akan menjadi perjaka tua." ucap pak penghulu tanpa perasaan
"Astaga pak penghulu jangan berkata seperti itu, masa aku setampan dan sesukses ini jodoh masih tanda tanya." ucap Untas
"Aku kan hanya melihat apa yang ada di garis tanganmu, kalau terima syukur kalau tidak terima ya sudah." ucap pak penghulu santai
"Tolong pak penghulu agar aku secepatnya menemukan jodoh ku." ucap Untas yang khawatir dirinya akan menjadi perjaka tua
"Baiklah aku akan menolong mu setelah kau pulang datanglah ke rumahku agar aku bisa membuatmu bertemu jodoh mu." ucap pak penghulu berniat mengerjai Untas
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya