
Sedangkan di kediaman David tampak David yang berada di ruang kerjanya bersama dengan Bastian
"Ada apa ayah memanggilku apakah ada sesuatu yang ayah tanyakan." ucap Bastian yang sudah duduk dihadapan ayahnya
"Ayah sedikit penasaran Bagaimana kau bisa berhubungan dengan Yena Tanpa di ketahui oleh Desalan Apa kau sudah tahu bahwa calon ayah mertua itu sangat posesif pada putrinya tega kau melakukan cara yang tidak biasa sehingga dapat menghubungi Yena." tanya David penasaran
"Maksud Ayah apa aku tidak mengerti ada apa dengan paman Desalan sampai Ayah mengatakan hal tersebut." tanya Bastian yang tidak mengerti apa maksud perkataan ayahnya
"Jadi kau tidak tahu bahwa calon mertua mu itu sudah menyadap ponsel hena dan mengawasi semua gerak-gerik Yena sehingga tak ada yang luput dari penglihatan nya." tanya David
Sontak saja perkataan ayahnya membuat Bastian sangat terkejut karena selama ini dia tak pernah berpikir bahwa ayah Yena akan menyadap teleponnya dan mengawasi gerak-gerik Yena
"Jadi katakan pada ayah melalui apakah selalu berhubungan dengan Yena." tanya David yang sangat penasaran
Bastian menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian menatap ayahnya sebenarnya "aku mengirim pesan melalui merpati kata yena dulu dia sangat menyukai burung merpati karena tetangganya mempunyai banyak burung merpati sehingga aku melakukan hal tersebut untuk mengertikan perasaanku padanya." ucap Bastian
"Aku pikir kau melakukan apa Ternyata kau melakukan hal-hal romantis Kau sungguh luar biasa sehingga membuat Deaslan tak dapat menemukan pesan-pesan yang kau kekirim untuk Yena." ucap David Banga pada putra bungsunya
Bastian sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh ayahnya bahwa ayahnya akan mengatakan hal seperti itu dia sangat terkejut mendengar penuturan ayahnya tentang bagaimana posesifnya calon Ayah mertuanya
Padahal tadinya dia ingin menggunakan alat komunikasi canggih yang akan terdeteksi oleh siapapun tapi setelah berpikir sejenak Bastian teringat bahwa ayah deslan adalah putra dari seorang drago sehingga Bastian menerima usulan dari asistenya tersebut
Itu di kediaman di selatan tepatnya di dalam ruang kerjanya tampak deklamasi menatap putrinya dengan harap-harap cemas
Yena berpikir sejenak tentang apa yang di ucapakan ayahnya yena sebenarnya tak mengerti apa maksud dari ucapan ayahnya dengan spontan dia menjawab "aku pasti akan memilih Ayah." ucap yena dengan yakin walaupun dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan ayahnya dengan menanyakan hal tersebut
Mendengar ucapan Yena membuat Desalan sangat kegirangan dia langsung memeluk dan mencium seluruh wajah putrinya "kau memang Putri Ayah." ucap desalan
Sedangkan Indah langsung terkejut mendengar perkataan putrinya bahwa dia akan memilih ayahnya, indah menjadi sangat gelisah apalagi tiga hari lagi keluarga Bastian akan datang melamar putrinya
"Baiklah sayang sekarang kembalilah ke kamarmu kau harus beristirahat dengan baik." ucap desalan dengan hati berbunga-bunga
Yena bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dengan raut wajah bingung entah apa yang ada dipikiran gadis tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya