Princess Briana

Princess Briana
225



Desalan yang melihat kode tangan ibu Need yang tertuju padanya mengaguk setuju lalu melangkah meninggalkan Need


Kini desalan sudah masuk ke dalam kamar di mana para nenek-nenek durhaka sedang berdiskusi dengan sangat alotnya


Desalan mengalihkan pandangannya ke atas tempat tidur dengan mata melotot sempurna desalan terpaku tanpa kata


Melihat desalan sudah berada di antara mereka para nenek durhaka dalam keadaan shyok membuat para nenek tersebut langsung diam dan mentap desalan penuh arti


Desalan langsung terduduk lemas di kursi sofa di ruangan tersebut "kami tidak akan basa basi kami ingin kau menyampaikan berita ini pada Need dan kau harus meyakinkannya untuk menjadi wali nikah Rena." ucap ibu Need


Desalan yang mendengar hal tersebut langsung mengalihkan padanya pada ibu Need


"Kenapa aku ibu bukankah sebaiknya ibu atau Eni yang mengatakannya atau ada Lewis dan David ." ucap Desalan


"Kalau Lewis dia otomatis gugur karena putranya ikut terlibat, Eni saat ini sedang hamil sedangkan ibu kau tau ibu dan Need seperti kucing dan tikus sedangkan David apa kau pikir dia bisa menenangkan seseorang yang ada dia bisa membuat Need s makin gila." ucap ibu Need


"Tapi kenapa aku yang terpilih." tanya Desalan yang masih tak mengerti kenapa dirinya bisa terpilih


"karena kau orang yang tepat kau bisa memahami keadaan Need dan otakmu yang paling waras di antara yang lain ." ucap nenek Anita dengan polosnya


Desalan langsung menghempaskan nafasnya kasar memang masih Need dan dirinya sebelas dua belas "tapi ibu sepertinya Need sepertinya sedang kurang sehat." ucap Desalan


"Ya dia memang selalu kurang sehat di saat seperti ini tapi percayalah semuanya akan kembali normal seiring waktu berlalu." ucap ibu Need santai


"Baiklah ibu akan memanggilnya untuk mu agar kau bisa berbicara dengannya." ucap ibu Need


"Tidak usah ibu sebaiknya ibu membangunkan Rena dan Mikhail untuk segera bersiap agar mereka berdua bisa dinikahkan aku akan keluar untuk memberitahu Need tapi sebelumnya aku akan berdiskusi terlebih dahulu dengan David agar dia bisa membantuku mencari solusi menenangkan Need." ucap Deslan seraya bangkit keluar dari ruangan tersebut


Sementara itu di sebuah pendopo tepatnya di kamar yang telah dihiasi sepasang suami istri yang baru-baru saja sah sedang duduk di mana saat ini pengantin wanita duduk diatas tempat tidur sedangkan sang suami duduk di sofa entah apa yang mereka berdua pikirkan sejak masuk ke dalam kamar tersebut tapi sepertinya mereka sedang menyusun kata-kata untuk dapat saling berbicara setelah kejadian yang mereka alami berdua


Aku .....aku ucap keduanya berbarengan membuat mereka sama-sama terdiam lagi


Aku ingin mandi putus Levy langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi sementara Daren hanya melihat sekilas Levy


Di dalam kamar Levy langsung menepuk jidatnya saat sadar bahwa gaun yang dia kenakan tak bisa dia buka sendiri mau keluar tanggung mau minta tolong malu


Setelah tiga puluh menit berlalu Daren menautkan alisnya memandang pintu kamar mandi yang tertutup karena merasa tak ada pergerakan di dalam


Daren berjalan ke arah pintu kamar mandi ."apa kau baik-baik saja di dalam." tanyak Daren sambil mengetuk pintu kamar mandi


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


maaf kalau jarang up dan kadang terlambat atau bahkan tidak up karena puasa dan biasa emak-emak