
Walaupun terkejut dengan sikap dan permintaan Briana yang polos tapi hal tersebut membuat Alvin Tersenyum sumringah karena dia yakin kalau Briana adalah gadis polos yang tak tau tentang masalah cinta
"Dari mana kau tau saat orang mengatakan perasanya, pria tersebut akan memberikan Bunga dan hadiah." tanya Alvin yang merasa penasaran
"Saat kakak Galang memberikan bunga dan hadiah untuk Yema ." ucap polos Briana
Alvin bertambah bahagia ternyata Galang bukanlah saingannya semakin besar saja kesempatannya memiliki Briana pikir Alvin
Tak berselang lama Rendra membawa buket bunga besar dengan berbagai macam Hadian, Briana sumringah walupun dia dapat membeli semua itu dengan mudah tapi beda juga rasanya saat ada orang yang memberikan hadiah tersebut padanya
Namanya anak perawan kalau dikasih hadiah pasti bahagia sama juga dengan Briana yang tersenyum sambil memeluk Hadiah tersebut
Melihat Briana yang kegirangan sambil memeluk buket Bungan tersebut membuat Alvin sumringah
" Bunganya aja yang di peluk, orangnya gak di peluk sekalian." celetuk Alvin
Sedangkan Rendra setelah menyerahkan semua yang di perintahkan oleh Alvin Langsung kembali ke tempatnya semula menjadi kembaran cicak
"Baiklah karena kau telah membarikan ku hadiah bunga dan coklat serta beberapa perhiasan yang tak Berti tapi aku menerimanya dan sekarang kita pacaran." ucap Briana
Alvin kegirangan mendengar perkatan Briana jika dia tau ternyata kejujuran bisa membuat Briana bersamanya dari kemarin dia tak akan bersusah payah berpikir keras
"Benarkah jadi sekarang kita pacaran apa boleh aku memelukmu." tanya Alvin berharap
"Mimpi emang kau pikir aku perempuan apaan yang mau di peluk oleh seorang pria yang baru lima menit menjadi pacarku." ucap sinis Briana
Membuat Alvin menelan silvanya dengan kasar, saat melihat tatapan Briana padanya
"Tapi apa boleh aku memegang tanganmu." tanya Alvin
Briana berpikir sejenak lalu melihat ke arah Alvin, lalu Briana menjulurkan tangannya
"Maaf tuan muda ada sesuatu yang terjadi di perusahaan." ucapa Rendra yang tiba-tiba datang menghalangi adegan romantis yang Alvin akan lakukan
Alvin menatap tajam Rendra, membuat Rendra menunduk takut melihat wajah Alvin
"Ada apa memangnya perusahan akan langsung bangkrut saat ini juga." ucap Alvin yang sangat kesal dengan Rendra
"Tidak tuan tapi ada beberapa orang yang membuat keributan karena tuan telah menipu mereka." ucap Rendra
Alvin Langsung menautakan alisnya mendengar perkatan Rendra, "apa kau tidak salah mendapatkan informasi sejak kapan aku menipu orang." tanya Alvin tak mengerti
"Sepertinya ada seseorang yang sengaja melakukan penipuan atas nama mu."ucap Briana
Membuat semua beralih melihat ke arah Briana
"Apa maksud nona mengatakan hal tersebut." tanya Rendra
"Ya kalau kau tak merasa menipu seseorang berati ada seseorang yang mengunakan identitas mu untuk menipu orang lain." ucap Briana
Membuat Alvin dan Rendra Langsung saling menatap, " tapi siapa yang ingin merusak nama baikku." tanya Alvin
"Pasti James dia Kan selalu iri padamu apalagi kau selalu mengalah padanya." celetuk Rendra
Alvin hanya membuang nafasnya kasar memikirkan James, Alvin Bingung sejak dulu James selalu iri dengannya padahal dia sudah memiliki segalanya
"Baiklah sebaiknya kita kembali ke perusahan kita akan berangkat besok ke kerajaan benua mengunakan jet pribadi dan Briana kau boleh langsung kembali untuk bersiap besok pagi kami akan menjemput mu." ucap Alvin
"Tidak perlu kita akan bertemu di bandara aku akan pergi ke sana sendirian." ucap Briana
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya