
Mendengar ucapan kakek Rendra membuat Alvin terdiam, dia tak memungkiri perkatan kakek Rendra ada benarnya, saat Alvin terdiam kakek Rendra tersenyum tipis melihat pria yang ada di hadapannya
"Apa sekarang kau berniat mundur." tanya kakek Rendra
Alvin tersenyum sambil menarik kertas yang ada di tangan kakek Rendra
"Manamungkin aku akan menyerah untuk mendapatkan wanita yang sangat aku cintai, matipun aku rela untuknya." ucap alvin dengan yakin
Kakek Rendra masih tersenyum melihat pemuda yang ada di hadapannya, dia juga yakin bahwa Alvin adalah pria yang tepat untuk Briana, tapi kakek Rendra sudah mendengar tentang David Guetta pria licik di atas rata-rata itu, adalah seorang pria yang rela melakukan apapun untuk keluarganya
"Baiklah aku akan mendukung dirimu, karena kau sudah membatu cucuku menikah, tapi aku ingatkan sekali lagi kelemahan seorang pria adalah keluarga dan kekuatan seorang pria adalah keluarga." ucap kakek Rendra, membut Alvin mengaguk Setuju
Alvin Melihat kakek Rendra dengan tatapan curiga karena mau membantu dirinya bersama Briana
"Apa kakek sedang merencanakan sesuatu sehingga mau membantuku." ucap alvin menatap curiga
Kakek Rendra yang sudah sangat kesal pada Alvin langsung memukul kepala Alvin dengan surat utang yang di rampas kembali dari tangan Alvin
"Dasar pemuda licik kau ini apa kau pikir aku orang seperti itu aku membantumu karena kasihan padamu itu Karen aku tak mau sampai Briana sakit hati." ucap kakek Rendra
Membuat Alvin cengengesan saat mendengar perkatan kakek Rendra, " ternyata kakek sangat baik." ucap Rendra
"Sekarang bukan waktunya untuk memujiku sebaiknya kau segera ke istana sebelum ratu Elenor dan para anteknya duluan masuk ke dalam istana itu akan sangat berbahaya, karena panglima kendo dan ratu elenor adalah orang yang sangat licik , mereka itu penipu turun temurun jadi kau harus bergerak cepat, kau harus menjadi seorang raja agar bisa mendapatkan Briana." ucap kakek Rendra
"Baiklah kakek terimakasih atas bantuannya aku sangat bersyukur kakek berada di pihak ku." ucap alvin
"Kau jangan jangan terlalu percaya diri aku melakukan semua ini hanya karena aku menyayangi Briana yang sudah seperti cucuku sedari." ucap kakek Rendra
Alvin Tersenyum mengaguk, " baiklah kakek akan beristirahat dulu, besok kakek akan kembali, kau bisa menghubungi kakek kapanpun kau meminta bantuan." ucap kakek Rendra lalu berbalik melangkah keluar dari ruang kerja Alvin menuju kamarnya
Setelah kepergian kakek Rendra wajah Alvin berubah penuh kewibawaan, tampak beberapa orang sudah berada di dalam ruangan tersebut
"Hormat kami yang mulia, sebaiknya besok anda kembali ke istana untuk mengadakan rapat atas apa yang terjadi di istana, kerena aku mendengar bahwa Ratu Elenor, memaksa keluar dari rumah sakit istana." ucap seorang pria yang tepat berhadapan dengan Alvin
"Baiklah siapakan apa yang harus di siapakan besok setelah mengatar kakek dan putri Briana aku akan langsung ke istana." ucap alvin
"Bagaman dengan para penghianat yang masih mendukung Ratu Elenor apa yang akan kita lakukan pada mereka." tanya pria tersebut
"Lakukan pembersihan menyeluruh akun tidak mau ada penghianat yang bernapas di dalam istanaku." ucap alvin
"Baiklah yang mulia akan kami laksanakan." ucap pria tersebut lalu pergi begitu saja meninggalkan Alvin sendiri di dalam ruang kerjanya
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya