Princess Briana

Princess Briana
201



Sungguh Alvin ingin mencekik asisten pribadinya yang selalu menjawab semua pertanyaannya


"Sudah sekarang kau pulang dan persiapkan dirimu kita akan langsung ke bandara besok." ucap Alvin


"Baik tuan aku akan menyiapkan jet pribadi milik kita seperti biasanya." ucap Untas


"Tidak usah kita akan naik jet pribadi milik temanku dan ingat kau tak boleh melakukan hal-hal yang memicu amarah ku jika kita berada di dalam jet pribadi temanku." ucap Alvin


"Baik Tuan aku mengerti." ucap Untas lalu melangkah keluar sementara itu langsung kembali ke kamarnya dia ingin istirahat dia cukup pusing menghadapi Untas


Sementara itu tampak Briana yang sudah sampai di depan rumah setelah memarkirkan kendaraannya Briana langsung masuk ke dalam rumah tampak Brayen dan Brian sedang menunggunya di ruang tamu


"Bagaimana apakah Alvin bersedia ikut dengan kita." tanya Brian


"Iya Kakak dia akan ikut bersama kita kita akan bertemu dengannya besok di bandara." ucap Briana


"Tapi tumben Kakak mengajak Alvin naik jet pribadi kita jangan katakan kakak akan melakukan hal-hal yang buruk kepada tunangan Ku." ucap briana sambil melotot melihat kedua kakaknya


"Tenang saja kami akan melakukan hal-hal yang buruk kepada tunanganmu kami hanya ingin mengajaknya bermain kartu di atas jet pribadi agar kami tak merasa bosan." ucap Briana


"Sudahlah aku tahu kalian kalian pasti merencanakan sesuatu dibalik permainan kartu tersebut." ucap Briana yang mengenal luar dalam kakaknya


"Adikku yang paling manis dan cantik Aku hanya ingin dekat dengan adik iparku agar kami bisa saling mengenal." ucap Brayen


"Benar adikku sayang aku kan kakakmu pasti aku ingin lebih dekat dengan adik iparku apalagi tak cukup sebulan lagi kalian akan menikah." ucap Brian menimpali


"Sementara itu di sebuah tempat tampak seorang pria sedang mengangkat sesuatu menuju ke mobilnya dasar saudara laknat beraninya membuat ku harus mengangkat barang-barang ini." ucap Galang yang sedang mengangkat barang-barang yang akan dibawa ke kerajaan benua setelah dipesan oleh Brian dan Brayen


Setelah memasukkan barang tersebut ke dalam mobilnya Galang langsung melaju menuju ke kediaman utama keluarga Guetta


Setelah memarkirkan mobilnya Galang langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah kesalnya apalagi paket yang di jemputnya sangat berat tadi saat disuruh dia berpikir bahwa paket tersebut hanya paket kecil sehingga dia tidak meminta bantuan pada siapapun


Semua orang mengalihkan pandangannya pada Galang "Kakak dari mana saja kenapa kau berkeringat." ucap Briana yang melihat Galang berkeringat duduk di sampingnya


Galang menatap kedua orang yang ada di depannya dengan tatapan tajam dan menusuk sementara kedua orang yang ada di hadapannya mengalihkan pandangannya kesana-kemari tak ingin melihat wajah Galang


"Apakah kakak Brayen dan Brian menyuruh kakak melakukan sesuatu." tanya Briana sambil melap keringat Galang


Galang menghembuskan nafasnya kasar dia tak ingin adik perempuannya tersebut ikut-ikutan kesal seperti dirinya


"Kebetulan tadi ban mobil Kakak kempes sehingga Kakak memperbaikinya terlebih dahulu sebelum kembali ke sini." ucap Galang


"Oh begitu Kenapa Kakak tidak memanggil orang untuk memperbaikinya Kenapa Kakak harus repot-repot." ucap Briana


"Sepertinya ponsel Kakak disembunyikan oleh jin kembar karena sedari tadi Kakak belum menemukan ponsel kakak." ucap Galang sambil menatap lebih tajam kedua orang ada di hadapannya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya