
"Selamat sore nona maaf kami dari salon ingin membantu nona untuk berdandan dan berpakaian."salah seorang wanita yang berada di depan pintu kamar Siti
Tersenyum menatap ketiga orang tersebut "silakan masuk." ucap Siti mempersilahkan ketika orang tersebut masuk ke dalam kamarnya
Ketika orang tersebut langsung masuk ke dalam kamar Siti dengan beberapa barang yang mereka bawa
Sedangkan Sri hanya memperhatikan ketiga orang wanita tersebut dengan mulut komat kamit tidak jelas karena rencananya tak bisa terlaksana jika ada ketiga wanita tersebut di dalam kamar Siti
"Wow Ayah sungguh mempersiapkan pernikahanmu bahkan acara lamaranmu ayah sampai memanggil orang untuk mendandani mu." ucap Sri yang saat ini sudah berada di dekat Siti
Siti hanya bisa diam mendengar ocehan kakaknya setelah mengatakan hal tersebut pada Siti Sri keluar berniat kembali ke kamarnya
Kini malam telah tiba Untas langsung menjemput kedua orang tuanya dari hotel menuju ke rumah pak penghulu sedangkan di rumah pak penghulu Siti sudah didandani dengan pakaian yang diberikan oleh Untas
Tak berselang lama dan keluarga sudah berada di depan pintu rumah pak penghulu unta lantas mengetuk pintu rumah tampak pak penghulu langsung membuka pintu tersebut dan tersenyum silakan masuk ucapan kedua orang tuanya masuk serta beberapa orang yang mengikuti mereka
Untas dan kedua orang tuanya langsung duduk di sofa di ruang tamu bersama pak penghulu Tak berselang lama Siti datang dengan Sri yang berada di sampingnya tadi sebelum pak penghulu membuka pintu untuk keluarga untas pak penghulu menyuruh sri untuk memanggil Siti turun bersama karena keluarga tuntas sudah datang
Semua orang yang duduk di ruang tamu menatap ke arah tangga di mana sri dan Siti berada tampak Siti tersenyum walaupun tertutup tapi bisa dilihat dari matanya yang menyipit Siti berjalan beriringan dengan Sri tampak Sri berusaha tersenyum tapi dalam hati dia sungguh sangat kesal
Tampak kedua orang tua Untas tersenyum ke arah Siti karena mereka selalu yakin dengan pilihan putranya walaupun putranya sedikit menyebalkan tapi putranya selalu bisa diharapkan
"Selamat malam Tuan iman kenalkan saya adalah amed ayah dari unta dan dia adalah istri saya ayisah, ibu Untas." ucap ayah Ahmad memperkenalkan dirinya
"Malam juga tuan Ahmed saya adalah pak imam sedangkan istri saya sudah lama meninggal sejak kedua putriku masih kecil dan ini Putri pertamaku bernama Sri sedangkan ini Putri keduaku bernama Siti." ucap pak iman
"Baiklah kehadiran kami di sini seperti perkataan putra kami kemarin kami ke sini untuk melamar putri bapak yang bernama Siti untuk dijadikan menantu kami dan juga istri dari untas." ucap pak Ahmad
"Saya sangat berterima kasih karena bapak ibu sudah berkenan datang untuk melamar putri saya baiklah karena ini kita semua sudah berada di sini saya sebagai orang tua dari Siti menerima lamar ini." ucap pak penghulu
Siti dan Untas hanya bisa tersenyum simpul sambil sesekali saling melirik
"Baiklah sekarang waktunya untuk saling bertukar cincin ucap ayah Ahmad, Untas langsung maju ke hadapan Siti kemudian mengambil kotak yang berada di sakunya tampak dua buah cincin yang sangat indah Untas langsung memasangkan cincin tersebut ke tangan Siti kemudian Siti mengambil cincin seperti cincin miliknya hanya saja cincin Siti memiliki permata di atasnya sedangkan cincin Untas polos.
Setelah pertukaran cincin kemudian kedua keluarga tersebut membicarakan tentang pernikahan sesuai keputusan yang ada pernikahan akan dilaksanakan dua hari lagi dan itu membuat unta sangat bahagia begitu juga Siti tapi ada satu hati yang hancur dan iri melihat ke dua orang yang akan menikah tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya