
Kita tinggalkan sajadah tentang Nining kita akan kembali ke sebuah rumah sederhana dengan halaman yang luas di dalam rumah tampak pak penghulu sedang masuk ke dalam dapur kemudian menatap kedua putrinya yang sudah duduk di hadapannya
"Ayah ingin menyampaikan sesuatu pada kalian berdua tuan Untas datang ke sini untuk silaturahmi sekaligus untuk mencari jodoh jadi aku menawarkan padanya untuk memilih di antara kalian berdua jadi aku ingin kalian tetap sportif siapapun yang dipilih oleh Tuan Untas maka dia akan menjadi istri dan yang tak terpilih harap menerima hal tersebut, tak ada lagi perkataan atau penolakan yang akan Ayah dengar." ucapa penghulu tegas
"Baik ayah aku mengerti aku yakin Tuan Untas pasti akan memilihku ucap sri penuh percaya diri sedangkan Siti hanya tersenyum sambil mengangguk tak banyak kata yang keluar dari bibir tipisnya
"Tapi ingat Tuan Untas tidak akan langsung memilih Karena ada beberapa permainan yang harus dilewati oleh Tuan Untas untuk dapat bersama salah satu dari kalian mata tuan Untas akan ditutup sehingga dia tidak akan bisa melihat kalian tapi dia akan membedakan kalian dari suara, bau parfum dan pada akhirnya dia akan berjalan ke arah wanita yang dia pilih menjadi istrinya." ucap pak penghulu
Sri tersenyum karena parfum yang digunakan bukan murahan parfum tersebut sangat wangi bahkan dari jarak 50 meter saja orang dapat mencium bau wangi parfum tersebut
Setelah mengatakan hal tersebut dari kedua putrinya menyetujui Apa yang dilakukan ayahnya pak penghulu langsung meninggalkan kedua putrinya untuk bersiap-siap setelah dia menutup mata Untas maka dia akan memanggil putrinya untuk keluar
Kini pak penghulu sedang menutup mata Untas setelah menutup mata Untas pak penghulu langsung memanggil Sri dan Siti ke ruangan tamu dan saat ini tak jauh dari Untas di sisi kiri ada Sri dan di sisi kanan ada Siti
"Baiklah Tuan Untas kita akan memulai permainan ini jadi kau harus bersiap aku akan menyuruh kedua putriku bergantian untuk bersuara." ucap pak penghulu membuat Untas mengaguk tanpa suara
"Setelah mempersiapkan kedua putrinya pak penghulu langsung berdiri di tengah-tengah di mana kedua putrinya berada baiklah tolong di bagian kiri bicaralah." ucap pak penghulu
"Aku sangat cantik dan manis serta kulitku sakit putih." ucap Sri penuh percaya diri
"Baiklah yang kiri sudah berbicara sekarang yang kanan akan berbicara." ucap pak penghulu
Mendengar perkataan Siti membuat pak penghulu tersenyum dia bangga akan putrinya tersebut baiklah Tuan Untas sekarang tentukan pilihanmu kau mau memilih yang kanan atau yang kiri ucap pak penghulu
Untas tersenyum dalam hati mendengar perkataan Siti "aku memilih yang kanan." ucap Untas tegas
Sri langsung menatap tajam ke arah Siti dia kemudian mengepalkan tangannya
Sementara itu pampers dulu langsung tersenyum sumringah saat mendengar jawaban Untas "apakah anda yakin memilih yang kanan." tanya sekali lagi pak penghulu
"Ya aku akan memilih wanita yang berada di bilik kanan." ucap Untas mantap
Setelah meyakinkan jawaban Untas pak penghulu langsung menukar sri yang berada di bagian kanan dan sekarang Siti yang berada di bagian kiri untuk lomba berikutnya
Sekarang adalah permainan yang ke dua hiduplah wangi yang ada di sekitar dan tentukan pilihanmu wangi mana Yang Kau pilih wangi di bagian kiri apa wangi di bagian kanan ucap pak penghulu sambil membawa Untas mendekat ke arah kanan pertama-tama kemudian ke arah kiri
Untas merasa kesel sendiri sebenarnya karena bau parfum sri terlalu mencolok membuat Indra penciumannya sangat susah untuk mengenali mau yang lain tapi untungnya otak liciknya selalu bisa digunakan dengan sengaja dia menendang ke depan saat pak penghulu mendekatkan dirinya pada salah satu wanita tersebut benar saja Sri yang tak sengaja terkena kaki Untas Sri langsung mengeluarkan suaranya "aduh kakiku yang putih ." ucap Sri dengan spontan dan langsung menutup mulutnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya