
Amel melihat mobil yang terparkir tepat di samping mobil miliknya tapi anehnya tak ada yang keluar dari mobil tersebut sementara itu di tempat lain tampak mobil yang dinaiki oleh orang-orang suruhan ibu Mila baru saja memasuki kawasan hutan yang lebat di mana Amel dan Naura berada
"Bang apa Abang tidak merasa aneh dengan hutan ini kenapa rasanya sangat berbeda sepertinya suasana. hutan ini sedikit kurang baik." ucap salah seorang pria dalam mobil tersebut
Pria yang di panggil Abang melihat sekeliling "mungkin saja kau merasa berbeda karena sudah banyak kejahatan dan nyawa yang kita hilangkan di tempat ini sehingga suasananya sedikit mencekam." ucap seorang pria yang di panggil Abang
Semua yang berada dalam mobil tampak terdiam mendengarkan perkataan pria yang di panggil Abang
Semakin masuk ke dalam hutan semakin ada yang janggal seolah-olah hutan tersebut menjadi gelap padahal jam masih menunjukkan pukul tiga sore
Sementara itu Amel yang merasa bingung kenapa pemilik mobil yang berada tepat di samping mobilnya tak beraksi apapun, bukaannya mereka harusnya keluar dan langsung melakukan aksinya
Karena rasa penasaran yang tinggi Amel mendekati mobil tersebut dan langsung mengetuk kaca mobil tapi tak ada reaksi apapun membuta Amel sedikit kesal ketika Amel akan membuka pintu mobil tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menyuntikkan sesuatu ke tubuh Amel membuat Amel tak sadarkan diri
Sementara itu mobil yang tadi terparkir tepat di disebelah Amel langsung pergi setelah melakukan aksinya
Beberapa menit setelah kepergian mobil tersebut, mobil yang di kendarai oleh orang suruh ibu Mila langsung parkir tepat di sebelah mobil Amel
"Bang kok gelap bangat sih bagaimana ini apa sebaiknya kita bawa saja gadis itu." tanya seorang pria yang duduk di depan setir
Baru saja para pria itu keluar dari mobil tersebut beberapa orang langsung mengepung mereka
"Siapa kalian." tanya pria yang di panggil Abang
"Ayo bawa mereka tuan sediri yang akan menyiksa mereka, apa kalian sudah mengeledah tempat tinggal mereka dan menemukan bukti yang kita butuhkan." tanya salah satu anak buah Robert
"Sudah ketua tim dan wanita yang bernama Amel sudah aku siapakan untuk acara kita seperti perintah dari tuan Robert kita boleh menikmatinya." ucap pria tersebut tersenyum devil
"Bagus urusan wanita tua Bangka itu biar dia mendekam di penjara dengan penyesalan yang tiada habisnya sesuai keinginan tuan muda." ucap seorang pria yang di panggil ketua tim
Sementara itu ke empat orang tersebut sudah di bawa pergi ke sebuah dermaga di mana sebuah kapal sudah menunggu
Sementara itu di kediaman tuan Renu tampak mila sedang duduk sambil melihat ponselnya lalu menekan nomor milik Amel tapi ponsel Amel tidak aktif kemudian Mila menelepon orang suruhannya tapi lagi-lagi ponselnya tak aktif dengan gelisah menunggu kabar tentang Amel dan Naura
lbu Mila pura-pura keluar kamar dengan cemas langsung mencari suaminya
"Sayang ......teriak ibu mila melengking dengan wajah panik, membuat tuan Renu dan Michael langsung keluar
"Ada apa kenapa kau teriak-teriak seperti orang gila." ucap tuan Renu
"Naura dan Amel belum pulang apalagi ponsel mereka tidak aktif." ucap Ibu Mila dengan wajah yang terlihat panik
"Kata siapa Naura sudah pulang dan sedang tidur di kamar kalau Amel aku tak tau kemana dia." ucap santai Michael.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya