
"Kalau Sri aku sudah melihatnya tapi bagaimana dengan Siti aku bahkan belum melihat wajahnya Bagaimana jika aku melihat dulu wajah Siti setelah itu kita akan melakukan permainan tersebut." ucap Untas yang sengaja ingin mengerjai pak penghulu
"Apa kau ingin melihat wajah Siti itu tidak mungkin tidak akan memperlihatkan wajahnya terkecuali kepada suaminya." ucap pak penghulu
"Baiklah aku bersedia mengikuti semua yang pak penghulu katakan tapi aku ingin melihat sekali lagi Sri dan Siti duduk di hadapan q." ucap Untas
"Baiklah aku setuju dengan syaratmu, tunggu aku akan memanggil free dan Siti di dapur." ucapa pak penghulu sambil tersenyum karena Untas tak menolak saat dia menawarkan putrinya
Pak penghulu langsung masuk ke dapur tampak penghulu menggeleng-geleng kepalanya saat melihat Sri yang sedang duduk santai di salah satu kursi sambil melihat kuku tangannya yang baru dia bersihkan sedangkan Siti sedang bekerja menyiapkan makanan
Melihat ayah ke dapur langsung menoleh begitupun dengan Siti ada "ada apa Ayah kenapa ayah ke dapur." tanya Siti
"Sayang bisakah kau menghentikan pekerjaanmu sebentar saja dan keluar terlebih dahulu Tuan untas ingin bertemu kalian berdua." ucap penghulu
Sri sangat antusias mendengar hal tersebut karena dia berpikir Untas mungkin ingin melihatnya lagi karena tadi sudah mengabaikannya tapi kemudian dia melirik ke arah Siti Kenapa Siti juga dipanggil keluar bukan seharusnya dia saja yang keluar
Sri lalu langsung bangkit dan berjalan ke arah ayahnya " ayo Ayah kita ke depan." ucap Sri sambil menggandeng tangan ayahnya sedangkan Siti terlebih dahulu mencuci tangannya
Setelah berbincang-bincang sedikit dengan sri dan Siti Untas mempersilahkan kembali Siti untuk melanjutkan pekerjaannya karena merasakan Siti selalu melihat ke arah dapur mungkin karena dia sedang memasak pikir Untas
Di ruang tamu tinggal pak penghulu dan untas "baiklah karena kau sudah berbicara dan melihat kedua putriku sekarang aku ingin kau memilih ke dua putriku tapi dengan cara kau menutup matamu kau akan memilih dengan cara, pertama memilih dengan mendengar suara, ke dua memilih dengan wangi yang ada pada putriku, ke tiga kau memilih dengan berjalan ke arah putriku yang mana yang akan kau pilih ." ucap pak penghulu
Untas berpikir sejenak dari segi suara sri dan Siti hampir mirip tapi dari bau parfum mereka sangat berbeda karena Siti sepertinya tidak memakai parfum bau dapur sangat terasa di tubuh Siti sedangkan sir parfumnya sampai-sampai bisa membuat hidung Untas berlubang
"Aku setuju dengan syarat yang pak penghulu berikan tapi aku ingin Sri maupun Siti Menganti pakaian atau memakai apapun bahkan mereka tidak boleh mandi atau menggunakan parfum mereka tetap di keadaan semula saat pertama aku datang sampai saat kita melakukan permainan ini." ucap Untas
Pak penghulu berpikir sejenak dia sebenarnya ingin Untas memilih Siti karena dia tau Siti adalah wanita yang pantas untuk Untas, pria yang ada di hadapannya ini adalah pria yang sangat cerdas dan licik tapi yang pak penghulu tidak tahu bahwa wanita pilihan Untas bukanlah Sri tetapi Siti setelah berpikir beberapa saat pak penghulu pun setuju dengan syarat yang diberikan oleh untas
Untas tersenyum sumringah dengan begitu dia dengan mudah dapat mengetahui mana Sri Mana Siti apalagi bau parfum Sri yang membuatnya hampir pingsan saat berdekatan dengannya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya