
Acara Bastian dan Yena telah berakhir tapi penghulu dengan santai masih duduk di salah satu kursi membuat untas yang tadinya hendak kembali ke kamarnya setelah seharian mengikuti ke pasangan Kunti licik dan setan licik yang akhirnya melepaskannya dengan damai
"Untas mendekat ke arah penghulu, pak kenapa masih di sini tidak kembali ke kamar dan istirahat istirahat." tanya untas
Pak penghulu menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah untas
"Aku sedang menunggu korban selanjutnya." ucap santai pak penghulu
Sontak saja jawaban pak penghulu membuat Untas terbelalak terlintas dalam pikiran Untas bahwa sang penghulu sudah ketagihan menikahkan orang sehingga membuatnya menjadi seperti itu
Untas menatap aneh pada pak penghulu, " apa bapa kura mereka perampok apa pakai kata korban segala, pak sebaiknya bapak istirahat saja karena kemarin itu hanya kebetulan saja ." ucap Untas
Sementara itu Michael yang mengatar ibunya ke kamarnya tiba-tiba merasakan kepalanya agak sedikit pusing
"Kenapa nak apa kau baik-baik saja." tanya Tika sambil tersenyum licik
"Aku baik-baik saja ibu hanya kepalaku sedikit sakit." ucap Michael
"Benarkah sebaiknya kau istirahat saja di kamar ibu setelah kepalamu agak sedikit lebih baik kau kembali ke kamarmu." ucap mama Tika
Karena merasakan kepalanya semakin sakit membuat Michael hanya mengaguk
Pintu kamar terbuka mama Tika memapah tubuh Michael yang sedikit kehilangan kesadaran
Setelah menidurkan Michal di sisi Naura yang sedang pingsan kerena di bius tak berselang lama muncul para nenek durjana
"Bagaiman apa sudah bisa kita lakukan." tanya nenek Anita
"Iya ibu." ucap mama Tika
"Apa rekamannya sudah siap." tanya nenek Anita
"Nenek Desi menaikkan jempolnya, baiklah tapi kalau kita semua berada di sini terus siapa yang mengawasi kamar yang di tempati Robert saat ini ." tanya nenek Rena
"Astaga kita hampir saja melupakan mereka berdua bagaiman ya keadanya apakah mereka sudah selesai apa belum." tanya nenek Anita
"Sepertinya belum sebaiknya tiga puluh menit lagi baru kita mengecek mereka." ucap nenek Desi
Sementara itu di kamar pengantin raja Ratu tampak pasangan tersebut malu-malu meong
Kini raja Bastian dan ratu Yena sedang duduk di ranjang menunggu pelayan melepaskan atribut kebesaran yang Mereka gunakan saat pernikahan
Raja Bastian mentap ke arah Yena yang saat ini telah menjadi Ratunya
"Apakah kau tau aku sudah sangat lama memimpikan hal ini, kau mungkin tak mengetahui bahwa aku sedari dulu sudah menyukai dirimu." ucap Raja Bastian menguapkan perasaannya
"Benarkah aku tak menyangka kau menyukaiku aku pikir kau membenciku karena kau hanya berbicara dengan yema dan Briana tapi tak pernah sekalipun menyapaku atau bahkan memandang ku." ucap Ratu Yena
"Aku tak menyapamu atau memandang mu karena aku sangat malu harus berinteraksi denganmu sehingga untuk menutupi kegugupanku aku tak mau melihatmu atau berbicara dengan mu." ucap Raja Bastian dengan wajah merona
"Benarkah aku sempat salah paham padamu padahal dari dulu aku sudah menyukai dirimu sejak kau menolongku walaupun kau hanya memberikan aku sapu tangan saja." ucap Ratu Yena
"Astaga kau tau aku sangat cemas saat melihatmu terjatuh karena kecerobohan mu sediri sehingga membuat lutut mu terluka aku bahkan menahan kekesalan ku padamu karena terjatuh dan hanya membuang sapu tangan di hadapan mu." ucap Bastian
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
maaf kan Arturo yang jarang up sakit membuat Arturo benar-benar tak bisa melakukan apapun