
Ayah David semakin menatap tajam ke arah Alvin lalu bangkit dari kursinya berjalan ke arah kursi Alvin "aku menantang mu untuk berduet denganku karena kau sudah mencoba merayu istriku, kau sudah merebut putri ku sekarang kau ingin merebut istriku kau sungguh mantu durhaka." ucap ayah David
"Ayo sayang lepaskan menantumu kau bisa melakukannya setelah kita sarapan." ucap Mama Erina santai tanpa beban membuat David langsung melepas kerah baju Alvin dan duduk di tempat semula lalu makan sarapannya dengan lahap begitupun yang lain sementara Alvin sangat terkejut mendengar perkataan Mama mertuanya
Semua orang Tampak santai semua sudah direncanakan sehingga membuat Alvin langsung melotot ke arah istrinya tapi Briana hanya sibuk makan tanpa mempedulikan istrinya
Kini saatnya pertarungan antara Alvin dan ayah David tampak semua orang sudah berkumpul di kebun belakang
Alvin berpikir bahwa mungkin mereka akan bertarung dengan tangan kosong atau menggunakan senjata untuk saling menyerang tapi semua pemikirannya buyar saat kakak iparnya membawa bidak catur kehadapan mereka karena pertarungan adalah permainan catur Alvin melawan Ayah David Briana mendekati Alvin seraya berbisik "permainan ini sangat menantang karena kau harus mengorbankan sesuatu untuk ayah begitupun ayah akan menerbangkan sesuatu untukmu Jika dia kalah." ucap Brian
Alvin bernapas lega saat mengetahui bahwa pertarungan yang akan dilakukan adalah menggunakan otak dengan cara bermain catur kalau sampai mereka harus berkelahi satu lawan satu itu bisa berbahaya karena dia pasti akan kalah tidak mungkin dia melawan Ayah mertuanya dan jika dia kalah otomatis wajahnya akan babak belur apa yang akan dikatakan oleh rakyatnya Jika dia melaksanakan pesta pernikahan dengan wajah yang sudah bonyok kanan kiri
Tampak Alvin dan ayah David sudah duduk saling berhadapan dengan papan catur di hadapan mereka baiklah kau mempunyai permintaan padaku satu jika aku kalah aku akan mengabulkannya begitupun sebaliknya jika kau kalah kau haru mengabulkan satu permintaan ku ." ucap ayah David tegas
"Baik ayah aku setuju dengan syarat yang ayah berikan." ucap Alvin permainan dimulai antara Ayah David dan Alvin
Sementara itu di kediaman keluarga pak penghulu tampak pak iman yang sudah duduk di meja makan bersama Sri sedangkan kedua pengantin baru baru saja turun dari lantai atas ke lantai bawah dimana meja makan keluarga berada tanpa Sri menatap sinis ke arah Siti yang digandeng turun oleh untas dengan senyuman di wajah mereka berdua
"Apa yang kau katakan Sri tutup mulutmu kau tau adikmu hanya melakukan hobinya saja saat memasak dan kita memiliki pelayan di rumah ini yang menyiapkan hidangan setiap saat." ucap pak iman dengan lantang ia sangat kesal melihat kelakuan putri pertamanya tersebut entah apa yang merasukinya sejak Siti akan menikah sifatnya semakin menjengkelkan dan tabiatnya semakin jelek saja
"Maaf kk aku kesiangan." ucap Siti tak ingin memperpanjang Maslah yang ada
Sedangkan Untas mentap datar pada Sri sambil menarik kursi untuk istrinya
Kini mereka berempat sudah selesai sarapan bersama setelah makan mereka pun duduk di ruang tamu
Tampak Sri sangat iri saat melihat Untas sangat perhatian pada Siti apalagi tangan Untas setiap saat menggenggam tangan Siti
"Ayah aku ingin membicarakan sesuatu." ucap Untas.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya