
Ayah Rendra yang sedang duduk santai bersama istrinya sangat terkejut saat melihat kedatangan mertuanya yang tak mempunya norma keadilan
"Ayah." ucap ibu Rendra Langsung memeluk dan mencium kedua pipi ayahnya
"Hai sayang bagaman kabarmu ayah sangat Banga padamu bisa mendidik anak sebaik Rendra, dan bahkan sebentar lagi dia akan memberikan ayah cucu, Untung dia memilih pendamping yang tepat tidak seperti dirimu memilih pendamping di saat kau khilaf dan matamu katarak sampai detik ini." ucap kakek Rendra membuat wajah ayah Rendra masam mendengar perkatan mertuanya yang tak punya kredibilitas dalam melihat menantunya
"Sudahlah ayah kenapa ayah selalu berkata begitu aku sangat bahagia menikah dengan ayah Rendra bahkan kami bisa memberikan ayah cucu setampan Rendra." rayu ibu Rendra
"Ya kalian Memang memberikan aku cucu tapi sayang ternyata senjatanya hanya berhasil mencetak satu saja dan selebihnya hanya tembakan kosong." ucap kakek Rendra
Ayah Rendra memutar bola matanya malas padahal kakek Rendra tak sadar dia juga hanya mempunyai satu orang anak semata wayangnya yaitu ibu Rendra
"Kau tak usah menatap ku seperti itu aku tau kau pasti menyamakan dirimu Dengan ku karena hanya memiliki satu putri, itu karena istriku meningal saat melahirkan, coba dia selamat aku pasti sudah memiliki lima anak." ucap kakek Rendra yang seakan-akan tau isi kepala menantunya
Ayah Rendra hanya bisa mengehembuska nafasnya dengan kasar meladeni mertuanya sama dengan mengajak istrinya bertengkar mendingan cari aman saja angap saja Angin lalu semua ucapan ayah mertuanya
Briana yang di tarik Alvin ke sebuah ruangan merasa heran kenapa sedari tadi saat dia turun ke bawah Alvin menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan dan sekarang Alvin menariknya hingga ke ruanga. yang agak jauh dari ruangan utama
Begitu mereka berdua di Dalam ruangan Alvin Langsung mengunci pintu dan menatap Briana dengan intens
Membuat Briana menelan silvanya di tatap oleh Alvin seperti itu, "sebenarnya ada apa kenapa kau menarik ku Hinga kemari." tanya Briana
Memang apa salahnya inikan pernikahan Yuma masa aku harus tetap memakai lensa kontak dan wig kan gak enak sama Yuma yang tadi memohon Ingin aku melepaskan wig dan lensa kontak saat di pernikahannya
Alvin menghembuskan nafas kasar, karena ternyata semua atas keinginan adiknya
"Aku Ingin kau memaki wig dan lensa kontak seperti sebelumnya aku tak ingin ada orang yang menatap kagum padamu selain diriku." ucap Alvin
Mendengar perkataan Alvin sontak membuat Briana tertawa "kau ini sangat lucu mana ada hal seperti itu lagi pula walaupun banyak yang kagum tapi kan aku padamu." ucap Briana membuat Alvin meleleh wajahnya merona
Sedangkan di luar kediaman Alvin tampak rombongan Ratu Elenor dan pangeran James
"Ibu sepertinya mereka tau kita akan kemari sehingga Merkea menyiapkan acara penyambutan lihatlah dekorasi yang sangat indah." ucap james
"Benarkah ibu tak mengira Alvin akan melakukan hal tersebut setelah apa yang terjadi di istana." ucap ratu Elenor
"Tapi bibi sepertinya itu dekorasi pernikahan apakah ada yang akan menikah di rumah tersebut." tanya Godi walaupun bodoh dalam hal pelajaran tapi setidaknya dia bisa membedakan mana dekorasi penyambutan mana dekorasi pernikahan
Ratu Elenor dan James memperhatikan dengan seksama dekorasi rumah milik Alvin, "iya Godi benar tapi siapa yang menikah." ucap Ratu Elenor
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya