Princess Briana

Princess Briana
102



Belum juga Briana menjawab semua pertanyaan diajukan oleh ibu dan neneknya tiba-tiba dari perkarangan tampak iring-iringan mobil Raja Bastian yang datang


Semua orang langsung berhenti berbicara dan mengalihkan pandangannya pada Bastian yang baru saja masuk ke dalam rumah


Bastian sangat terkejut saat melihat orang semua orang menatap pada hanya dengan tatapan yang sulit diartikan


"Ikut ayah ke ruang kerja sekarang ." ucap David dengan wajah serius saat melihat anak bungsunya sudah masuk, David sangat tau pasti Bastian sangat malu kalau di tanya di hadapan banyak orang


David Bangkit dan berjalan di ikuti oleh Bastian dan tak lupa kakek, nenek dan mama erina yang mengekor di belakang meningalakan yang lain di ruang keluarga


Yuma, Lusi dan Rani langsung mendekati Briana, sedangkan para suami Masing-masing, masih berada di tempat mereka memasang telinga mereka dengan baik mendengar gosip para wanita yang sebentar lagi akan terdengar sambungan menyambung menjadi satu


Sementara di ruangan kerja milik David tampak para tetua sudah duduk di hadapan Bastian, Bastian yakin pasti Briana sudah membocorkan Tetang keinginannya untuk melamar seorang gadis


Bastian melihat satu persatu wajah kakek, nenek serta kedua orang tuanya dia bingung harus mulai dari mana untuk berbicara tapi dia sudah membulatkan tekadnya


Kini ruangan tampak hening tak ada suara, membuta David terpaksa membuka suaranya


"Katakan ada apa, kau mengatakan pada kami bahwa kau ingin membicarakan sesuatu." ucap David


"Ayah aku Ingin melamar Yena." ucap Bastian


Membuat semua orang terdiam mendengar perkatan Bastian, Bastian sudah mulai was-was karena tak ada suara apapun. " apa katamu kau ingin melamar Yena apa kau serius ." tanya malam Erina


"Iya." ucap singkat Bastian dengan wajah serius


"Baiklah kami mengerti sekarang kau keluarlah terlebih dahulu kami ingin berdiskusi sebelum berbicara denganmu." ucap mama Erina


Bastian sangat terkejut mendengar perkatan mamanya


"Apakah kalian mengenal wanita Tersebut apa kami juga mengenalnya


" tanya Rani yang sangat penasaran begitupun Lusi yang serius mendengarkan


Keduanya mengaguk sempurna mendengar pertanyaan Rani, spontan Rani dan Lusi terkejut begitu ketiga pria yang sedang mendengarkan pembicaraan tersebut


"Tapi siapa wanita yang singel yang kami kenal dan dekat dengan kita hanya Yena dan Rena, kalau Rena tak mungkin karena dia sudah memiliki kekasih sedangkan Yena sepertinya dia tak tertarik dengan pria." ucap Rani


"Atau jangan-jangan selama ini dia tak tertarik dengan pria karena sudah memiliki hubungan dengan Bastian." tebak Lusi


Semua langsung menatap ke arah Lusi, tapi tatapan mata mereka teralihkan saat pintu ruang kerja ayah David terbuka tampak Bastian keluar dengan wajah yang suli di artikan


Briana langsung bangkit dan menghampiri saudara kembar tersebut


"Apa yang terjadi kenapa kau cepat sekali keluar, apa yang di katakan oleh orang tua kita." tanya Briana sedangkan yang lain hanya memandang Bastian dan Briana yang seperti sedang bertanya pada Bastian.


"Aku juga tak tau setelah mengatakan kengina ku, mereka menyuruhku keluar dan mereka akan berdiskusi sejenak." ucap Bastian


"Sebaiknya kau duduk dulu sambil menunggu." ucap Briana


Sementara di dalam ruangan tampak para orang tua sedang tertawa terbahak-bahak setelah kepergian Bastian


"Kalian lihat wajah tegang anak tersebut sungguh lucu." ucap nenek Anita


"Ibu tau aku bahkan harus berakting untuk menyuruhnya keluar dia sangat mengemaskan." ucap mama Erina.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya