Princess Briana

Princess Briana
112



Gadis tersebut langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tubuhnya sangat lelah setelah perjalanan jauh tapi dia juga sangat bahagia karena bertemu lagi dengan keluarganya setelah beberapa tahun tak bertemu karena ibunya menginginkannya harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu


Sementara itu di kediaman Desalan tempak mobil mama Erina yang baru memasuki pekarangan rumah keluarga Desalan, tampak Indah langsung menyambut Erina setelah melihat Erina keluar dari dalam mobil tersebut sopir langsung membawa beberapa makanan di bantu pelayan di rumah Desalan


"Aduh sayang sudah lama kita tidak bertemu dan merasakan makanan buatan mu yang sangat enak Apa kabar jeng Bagaimana apa semuanya sehat." tanya Indah sambil saling saling berpelukan dengan mama Erina saat mereka sudah berada di dalam rumah


"Semua baik-baik saja Aku hanya ingin berbicara denganmu sambil menikmati kebun bunga milikmu ." ucap nama Erina sambil tersenyum


"Aku memang ingin menikmati kebun bunga sambil minum teh dan makan cemilan tapi aku malas melakukannya karena nenek Yena sedari tadi keluar belanja biasanya kami berdua yang melakukannya, untung saja kau datang kita bisa menikmatinya bersama." ucap indah bertambah senang


"Aku datang diwaktu yang tepat dong terus di mana Putri mu Yena." tanya Erina sambil matanya memandang kesana kemari mencari gadis tersebut


Oh Yena tadi dia sedang mengerjakan tugasnya di dalam kamar mungkin sebentar lagi dia akan keluar dia pasti lapar karena belum makan." ucap indah


Benar saja tak berapa lama yena keluar dan melangkahkan kakinya menuju meja makan tak menyadari bahwa ada mama Erina di ruang tamu


Tapi saat di meja makan Yena bingung melihat masakan yang ada di meja makan tersebut dia sangat hafal itu adalah masakan mama Erina kemudian ia mengalihkan pandangannya saat mendengar ada seseorang di ruang tamu


Yena tersenyum melihat Mama Erina yang datang berkunjung di rumahnya assalamualaikum mama Apa kabar ucap Yena sambil mencium tangan Mama Erina memang yena memanggil Erina Mama seperti Briana karena mereka sering bersama


"Pantas aku terkejut melihat menu makanan yang ada di atas meja ternyata benar Mama Erina yang memasak semua itu aku sudah tak sabar untuk makan kalau begitu aku pergi makan dulu." ucap yena sambil berpamitan pada kedua orang-orang yang ada di ruang tamu tersebut


Yena langsung menuju meja makan dan mengambil apa yang dia suka setelah makan yena Langsung kembali ke kamarnya untuk belajar


Sementara itu di sebuah perusahaan tampak deslan sedang mondar-mandir entah apa yang dipikirkannya tapi hatinya rasanya gelisah dalam bekerja tak berselang lama ponselnya berdering tertera nama David membuat perasaan Desan semakin tak enak saja


Desalan langsung mengangkat teleponnya setelah berbicara dengan David panjang lebar deslan kemudian menutup teleponnya dan duduk di kursi besarannya sambil menatap kedepan


Asisten desalan yang baru masuk ke ruangan tersebut nampak menatap bingung pada atasannya Karena dia sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi tak ada jawaban dari bosnya tersebut


"Maaf tuan saya membawa proposal yang anda minta tadi." ucap sang asisten


Mendengar suara asistennya desain tersadar dari lamunannya kemudian menatap asistenya


Desalan melihat proposal tersebut Lalu menatap kearah asistennya "apa Kau mempunyai seorang sahabat yang kadang otaknya sangat licik." tanya deslan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya