Princess Briana

Princess Briana
145



"Tenang saja aku yakin kau pasti akan segera menjadi istriku jadi aku memang sudah mempersiapkan waktu untuk berbulan madu agar kita bisa mengejar setoran." ucap Michael


Mendengar ucapan setoran membuat otak Rani berpikir keras Apa maksud dari ucapan Michael


"Astaga apakah kau memiliki utang sehingga bekerja untuk mengejar setoran." tanyak Rena yang otaknya sedang kusut tak beraturan Bagaimana mungkin seorang Michael yang notabennya anak seorang pengusaha kaya raya apalagi kakeknya adalah mantan kepala polisi mempunyai utang


Mendengar perkataan calon istrinya membuat Michael mendengus kasar Bagaimana bisa otak kekasihnya tersebut miring ke samping bisa-bisanya dia berpikir bahwa dia memiliki utang


"Apa kau sedang waras Mana mungkin aku memiliki utang apa kau pikir gajiku sedikit sehingga kau berpikir seperti itu hanya karena aku adalah seorang abdi negara." tanya Michael


"Mana kutahu kan bisa saja semua orang tak ada yang tahu apa isi dalam kantong seseorang terkecuali diri sendiri lagi pulang kau mengatakan kejar setoran yang aku pikirkan kejar setoran adalah seseorang yang mencari uang berlebihan dengan untuk memenuhi kebutuhannya yang banyak ucap Rena


"Kenapa jadi merembet ke mana-mana yang aku maksud adalah kata-kata romantis tapi yang kau maksud adalah kata-kata yang berbeda apa kau tidak sadar maksud dari kata-kata itu adalah agar kita cepat memiliki anak menyusul yang lain yang sudah duluan membuat perut istri yang membuncit." ucap Michael pada akhirnya


Mendengar ucapan Michael sontak saja membuat Rena merasa malu otaknya langsung travelling ke mana-mana


"Apa kau sudah mengerti apa maksud dari perkataanku sehingga kau tak berpikir lagi aku memiliki utang apa kau pikir ayahku sudah bangkrut sehingga aku memiliki utang." ucap sinis Michael


"Astaga naga sayangku cintaku, negeriku, pria imutku, pria idaman sejuta umat kau tahu kan aku adalah wanita yang sangat lugu dan polos aku tak sempat memikirkan hal seperti itu." ucap Rena dengan mulut semanis madu


Sontak saja mendengar perkataan manis dari sang kekasih hati membuat Michael tersipu malu, wajahnya memerah sungguh entah apa yang akan dia lakukan jika ada yang melihat wajahnya saat ini


"Kau sangat pandai menggodaku saat jauh begini membuatku menjadi gemas denganmu." ucap Michael


Malam telah berlalu kini pagi-pagi menjemput tampak David sedang makan sarapan bersama keluarganya


Kini David sudah berada di ruangannya tepatnya sedang duduk di kursi kebesarannya, entah apa yang ada di dalam pikiran David tapi sepertinya otak liciknya sedang mencari ide brilian


Sementara itu di sebuah perusahan tampak di dua orang pemuda dengan wajah yang sama sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting


"Apa kau yakin ayah sudah menerima si ijuk." tanya Brian


"Entahlah Tapi ayah mengudang si ijuk makan malam keluarga bukan kah berati si ijuk mendapatkan Restu." ucap Brayen


"Tapi itu juga kan belum pasti siapa tau saja ayah sedang melakukan sesuatu yang tak kita ketahui saat mengudang si ijuk makan malam." ucap Brian


Brayen berpikir sejenak dia berpikir keras karena ayahnya bukan tipe orang yang mudah menyerah


"Bagaimana kalau kita taruhan saja." ucap Galang yang tiba-tiba muncul di dalam ruangan si kembar


Si kembar saling memandang lalu mengaguk setuju.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya