Princess Briana

Princess Briana
177



Itu di sebuah perusahaan tepatnya di sebuah ruangan tampak Bryan dan Bryan serta Galang sedang duduk bersama di sofa ruangan tersebut


"Jadi bagaimana Apa yang akan kita lakukan kita sudah membuat para investor perusahaan si ijuk mengundurkan diri dan sekarang kita di suruh mama untuk membuat investor itu kembali ke Perusahaan si ijuk lagi karena jika tidak mama


mengancam akan menahan istri kita tidur dengannya dan tak mengizinkan kita untuk bermalam di rumah utama." ucap Brayen dengan lesu


"Mama Memang tak punya hati tidak mengerti kebutuhan kita tapi mama lebih kejam kepada ayah aku tak habis pikir apa yang akan terjadi jika istriku mencontoh apa ya dilakukan Mama kepada ayah." ucap Brian begidik negeri


"Ya kau benar aku tak ingin berurusan dengan mama apalagi tidak mematuhi perintahnya Karena Mama selalu tahu kelemahan kita." ucap Brayen


"Hei kau anak kesayangan Mama kenapa kau hanya diam saja sih dari tadi tidak mengatakan apapun." ucap Brian sambil menatap pada Galang


"Terus aku harus mengatakan apa karena selama ini Mama tak pernah buruk dimataku dia adalah wanita tercantik, terbaik dan terindah dihidupku." ucap Galang mendeklarasikan bahwa Mama Erina baginya adalah wanita terbaik di dunia


"Kedua saudara kembar itu menatap malas kepada Galang entah kenapa Galang begitu sangat disayangi oleh sang mama padahal dari kecil yang paling rewel yang paling lemah dan sering diajar oleh Mama adalah Galang karena kurang pintar dalam pelajaran matematika bahkan pernah beberapa kali mama harus membuat peraturan agar Galang bisa belajar lebih baik sedangkan mereka tak pernah rewel selalu jadi favorit dan sangat jenius


"Berati taruhan yang kita lakukan kemarin tentang Alvin yang sudah diterima oleh Mama menjadi menantu adalah aku pemenangnya." ucap Galang berbinar bahagia


Sepertinya lusi membutuhkanku aku harus segera pergi apalagi saat ini usia kandungannya sudah 8 bulan ucap Brian bergegas keluar dari ruangan tersebut


Galang langsung menatap kesal pada kedua saudaranya tersebut mereka benar-benar licik sudah tahu dia memenangkan taruhan sekarang mereka berdua menghindar seolah-olah taruhan tersebut tak pernah terjadi


Di luar ruangan tampak Bryan dan Brian saling tos dan tertawa terbahak-bahak melihat wajah galang yang tampak kesal kepada mereka berdua


"Sungguh melihat wajahnya yang kesal seperti itu membuat aku ingin tertawa." ucap brayen


"Kau benar tapi ulang tahunnya sebentar lagi kita akan menghadiahkan taruhan tersebut sebagai hadiah untuknya kita pura-pura saja tak mempedulikannya saat ini hingga dia marah Aku ingin lihat Bagaimana jika dia sedang ngambek." ucap brian sambil tertawa


"Tapi Bagaimana jika dia mengadu pada mama mengenai taruhan yang kita lakukan bertiga." ucap Brayen


"Aku yakin dia takkan gabah untuk mengatakan hal tersebut apalagi dia juga ikut terlibat taruhan tersebut pasti akan membuat Mama murka dia pasti akan menahan semuanya di dalam hatinya sendiri." ucap Brian


"Kau benar tapi apa kau sudah mempersiapkan acara ulang tahun untuk Galang." tanya ke Brayen


"Tenang saja semua sudah aku susun dan aku atur bahkan aku sudah bekerja sama dengan yema dan Briana untuk memuluskan rencana kita ucap Brian.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya