Princess Briana

Princess Briana
179



Di perusahaan Alvin nampak Alvin tersenyum sumringah saat mengetahui para investor yang dulu menolak berinvestasi ke perusahaannya menawarkan diri untuk berinvestasi kembali bahkan ada yang sampai berinvestasi dengan jumlah fantastis


Untas yang mengetahui hal tersebut langsung menuju ke ruangan Alvin dengan wajah sumringah melupakan laptop kesayangannya yang telah menjadi barang rongsokan akibat ulahnya


Untas yang tanpa basa-basi langsung masuk ke dalam ruangan Alvin membuat alvin yang sedang memeriksa sesuatu di leptopnya sangat terkejut


"Astaga unta.....unta..... unta apa yang terjadi denganmu Kenapa kau masuk tanpa permisi ke dalam ruangan ku kau ini ada-ada saja perbuatanmu yang membuat aku kesal setiap hari." ucap Alvin


"Sebaiknya tahan dulu kekesalan Tuan padaku aku punya kabar gembira untuk Tuan pasti Tuan akan sangat menyukainya." ucap Untas


"Memangnya kapan Apa yang membuatmu sampai langsung masuk ke ruangan ku tanpa permisi dengan wajah bahagia yang seperti orang habis mendapatkan durian runtuh." tanya Alvin


"Akhirnya tuan kita bisa bangkit para investor menghubungiku dan mereka mengatakan akan segera berinvestasi di perusahaan ini bahkan ada beberapa investor yang dalam perjalanan menuju kemari untuk bertemu dengan Tuan." ucap Untas


Alvin yang mendengar perkataan untas wajahnya biasa saja tanpa reaksi apapun membuat Untas sangat bingung kenapa tak ada reaksi apapun di wajah tuannya bahagia, senyum, atau apa lah ini masih datar-datar saja seolah-olah berita tersebut tak merubah apapun pikir Untas


Melihat Alvin yang tanpa reaksi membuat untas bertanya-tanya "Tuan Kenapa sepertinya Tuan biasa saja apa Tuan sudah mengetahui bahwa mereka akan kembali berinvestasi ke perusahaan ini atau Tuan sudah menemukan investor baru yang lebih dari pada Mereka." tanyak untas


"Jadi gue harus bilang wow gitu." ucap Alvin seenaknya membuat Untas meradang


"Dasar bos gak ada akhlak dikasih berita Bagus jawabannya bikin hati pilu."ucap Untas dalam hati


"Apa yang ingin kau katakan Kenapa kau hanya mengatakan mengatakannya dalam hatimu saja apa kau mengatakan hal-hal yang buruk tentang ku itulah mengapa kau hanya mengatakan di dalam hati saja." ucap Alvin sambil menatap tajam pada Untas


"Mana mungkin Tuan aku melakukan hal tersebut Aku selalu memikirkan Tuan dalam hati dan pikiran tentang kebaikan kebaikan Tuan." ucap Untas


Alvin hanya mengangguk saja Tak ingin lagi berdebat panjang dengan Untas


"Sekarang kembali ke ruangan mu kerjakan apa yang kau kerjakan saat ini terimalah para investor tersebut Aku sedang ada urusan di luar." ucap Alvin yang berniat pergi untuk bertemu dengan Briana


Untas yang mendengar hal tersebut langsung terbelalak Bagaimana mungkin dia yang akan menangani para investor tersebut sedangkan para investor tersebut ingin bertemu dengan Alvin dan meminta maaf


"Tapi tuan kedatangan para investor tersebut adalah untuk bertemu Tuan sekalian menyampaikan rasa bersalah mereka dengan meminta maaf kepada Tuhan secara langsung." ucap Untas


"Itu bukan urusanku mereka yang melakukan kesalahan dan saat ini aku sedang ada urusan penting bahkan lebih penting dari hanya sebuah perusahaan atau para investor." ucap Alvin lalu bangkit dari meja kebesarannya keluar dari ruangan tersebut menuju tempat dimana dia dan Briana akan bertemu


Untas hanya bisa pasrah mendengar perkataan Alvin apalagi Alvin langsung pergi begitu saja tanpa tanpa mempedulikan ucapan untas selanjutnya


Sementara itu di perusahaan Briana tampak sudah keluar dari perusahaannya menuju ke dalam mobilnya kini mobilnya melaju ke sebuah restoran setelah tadi mamanya memberikan kabar gembira bahwa ayahnya sudah menerima Alvin


Maaf tidak up dua hari ini kemarin karena kondisi kesehatan yang kurang baik sehingga otak pun jadi lalod tak bisa berpikir


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya