
Levy hanya bisa diam di dalam kamar mandi entah apa yang dia pikirkan tapi dia merasa malu untuk keluar dari kamar mandi
"Katakan apa kau baik-baik saja atau aku akan mendobrak pintu ini." ucap Daren
Tampak pintu kamar mandi terbuka menampakkan Levy masih dengan keadaan yang sama saat masuk ke dalam kamar mandi
Daren melihat hal tersebut langsung menautkan kedua alisnya ."ada apa kenapa kau tidak mandi." tanya Daren
Dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus Levy tersenyum Canggung "bisakah kau membantuku." ucap Levy sambil membalikan tubuhnya membelakangi Daren memperlihatkan punggung gaun miliknya
Daren yang menyadari hal tersebut akhirnya mengerti " baiklah masuklah sedikit ke dalam kamar mandi aku akan membantu untuk melepaskan gaun mu." ucap Daren dan Langsung masuk ke dalam kamar mandi menyusul Levy setelah Sampai di kamar mandi Daren tanpa kata langsung menarik resleting gaun milik levy tapi tanpa sengaja karena tarikan kuat dari Darren membuat resleting tersebut tertarik sampai ke bawah dan membuat gaun tersebut tampak robek sampai ke bawah membut Daren dan Levy terkejut spontan Levy hanya bisa menahan baju tersebut yang hampir melorot karena reselting ya terbuka sampai ujung baju sedangkan Daren sangat shyok hanya mampu melihat tangannya lalu menatap punggung mulus Levy tanpa ada pegerakan
"Terimakasih telah membantu ku bisakah kau keluar dari sini." ucap Levy sambil berusaha menahan pakainya yang akan jatuh Daren yang tadinya masih terpaku langsung tersadar
"Maaf." ucap Daren melangkah hendak keluar dari kamar mandi tanpa sengaja Daren menarik gagang pintu dengan sangat keras karena berpikir pintu tersebut tak terkunci tapi ternyata pintu tersebut terkunci secara otomatis dan hanya dapat di buka dari luar sontak saja ke dua pasangan baru tersebut terbelalak saat gagang pintu terlepas
Sementara itu di kamar lain tampak Deslan sudah keluar dari kamar di mana para nenek durhaka berada dan langsung menuju David yang sudah tersenyum tipis saat melihat Deslan menuju ke arahnya sebelum melangkah ke arah David desalan mentap iba pada sahabatnya Need yang sedang duduk tanpa ekspresi di kursi dengan mata tertutup seperti sedang berpikir keras
Kini desalan sudah berada di kursi di mana Lewis dan David duduk, "David aku ingin bicara denganmu." ucap Desalan
"Baiklah mari kita ke pojokan." ucap, David langsung bangkit dan berjalan di ikuti Deslan
"Aku ingin bertanya apa ingin perbuatan mu." tanya Desalan
"Apa kau pikir aku akan Setega itu pada Need." ucap bohong David
"Baiklah apa kau ada cara agar Need menerima kejadian ini untuk ke dua kalinya." tanya Desalan
"Asalkan kau mau membantu ku meyakinkan Need aku yakin dia akan setuju." ucap David
Baiklah tapi kau jangan berbohong berlebihan ." ucap Desalan yang mengetahui trik David biasnya penuh kebohongan
"Tenang saja yang penting dia terima." ucap ayah David
Setelah berbicara mereka berdua kembali dan langsung menuju kursi dimana Need duduk, ayo bangunan kau tidak boleh lemah seperti itu ingat istrimu sedang hamil, Rani juga sedang hamil dan tidak menutup kemungkinan Rena juga segera hamil jika kau tak mau masuk ke dalam sana dan melihat apa yang terjadi." ucap ayah David membut Need yang tadi menutup mata langsung membuka mata dan menatap tajam ke arah David
"Apakah kau ikut terlibat dalam kejadian yang di alami oleh putriku kali ini." tanya Need
"Astaga aku ini sahabat mu dan Rena kemenakan ku mana mungkin aku Setega itu sebelum kau menuduh ku sebaiknya baca buku ini yang merupakan milik Rena." ucap David lalu meminta buku tersebut ada desalan seolah-olah Desalan yang menemukannya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya