
Alvin spontan langsung berhenti mengunyah makanannya saat mendengar ucapan untas lalu ia teringat pada saat menerima telepon dari Briana dan mengatakan oke pada saat itu Alvin sedang membelakangi untas sambil menerima telepon dari Brian dan untas yang tak mengecek situasi yang terjadi langsung berbicara dengan Alvin yang sedang berbicara di telepon
Alvin memukul jidatnya sendiri atas kelakuan asisten pribadinya mau dipecat tapi prestasinya sangat baik dan saat bekerja sangat kompeten Alvin bingung harus melakukan apa pada asistennya tersebut yang selalu membutanya darah tinggi
"Apa kau berbicara padaku saat aku sedang membelakangi mu." tanya alvin untuk memperjelas apa yang terjadi kemarin saat dia sedang menelpon
"Iya benar aku pikir Tuan sengaja belakangi ku karena Tuan sedang melihat pemandangan di depan kaca sambil mendengarkan apa yang aku katakan." ucap Untas mengambil kesimpulan sendiri
"Unta .....Unta ....Kenapa kau selalu berpikir dan sudut pandang sendiri tanpa memeriksa dulu apa yang sedang aku lakukan atau setidaknya kau memanggilku Dan aku menjawab panggilanmu." ucap Alvin Tak habis pikir
"Maafkan aku tuan aku pikirkan tuan berbicara denganku sambil membelakangiku jadi aku menjawab sesuai dengan apa yang ada katan sehingga saat aku mengatakan bahwa ada seseorang yang mengajukan pertemuan untuk melakukan kerjasama pada hari ini saat makan siang Tuan langsung menjawab oke." ucap Untas
Alvin hanya menghembuskan nafasnya kasar mendengar perkataan untas dia tak mengerti apa yang yang dikerjakan otak si unta padang pasir ini
"Sudah lanjutkan makan setelah itu kita akan pergi ke kantor Aku akan menghukummu saat kita sudah selesai melakukan makan siang dengan investor yang kau katakan aku ingin melihat bagaimana kau melihat investor yang akan bekerja sama dengan kita." ucap Alvin
Untas menelan silvanya dengan kasar mendengar perkataannya Tuannya apalagi dia tidak memiliki waktu untuk memeriksa secara cermat siapa investor yang akan melakukan kerjasama dengan Mereke dia hanya berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan investor agar perusahaan bisa bangkit kembali
Kini Alvin sudah berada di dalam ruangannya alvin duduk dengan santai di kursi kebesarannya sambil mencari sesuatu sedangkan untas yang diperintahkan oleh Alvin untuk mencari tahu tentang investor yang akan makan siang dengan mereka sebentar siang
Berapa menit kemudian tampak Untas tergesa-gesa sambil membawa sesuatu di tangannya lalu masuk ke dalam ruangan Alvin
Begitu Untas tiba di depan meja kerja Alvin untas langsung memeriksa apakah Alvin sedang menerima telepon apa tidak "Tuan apakah aku bisa memberikan laporan pada Tuan." tanya untas sambil memperhatikan Alvin yang sedang memainkan ponselnya
"Hem...! hanya kata itu yang keluar dari mulut Alvin dan tetap fokus melihat ponselnya
Membuat Untas bingung apakah Alvin menyuruhnya untuk memberikannya laporan ataukah menyuruhnya untuk diam
Alvin yang kebingungan karena untas tak mengatakan apapun dan laporannya terus dipegang oleh untas membuat Alvin mengangkat kepalanya lalu melihat kearah untas "ada apa denganmu Kenapa kau tak membacakan laporannya setelah itu menyerahkan laporannya padaku apa yang kau tunggu." tanya Alvin
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya