Princess Briana

Princess Briana
180



Sementara di sebuah restoran Alvin sudah menunggu dengan senyuman lebarnya apalagi restoran tersebut sudah Alvin booking sehingga tak ada pengunjung yang datang selain dirinya dan Briana ditambah ruangan VIP yang khusus untuk pelanggan istimewa


Bryan yang sudah sampai di restoran tersebut clingak-clinguk melihat restoran tersebut yang sepi pengunjung padahal biasanya restoran tersebut termasuk restoran yang yang banyak memiliki pelanggan tetap masuk disambut oleh pemilik restoran


Silakan masuk nona muda tuan muda sudah menunggu Anda di dalam." ucap sang pemilik restoran sambil berjalan mengantar Briana keruangan di mana Alvin berada


Memasuki restoran tersebut tapak Alvin sudah berdiri menunggunya dengan senyum sumringah setelah mengantarkan Briana pemilik restoran langsung menutup pintu ruangan tersebut alvin langsung mendekat dan langsung memeluk Briana sayang aku sangat merindukanmu." ucap Alvin


Briana tersenyum simpul mendengar perkataan Alvin kini mereka sudah duduk di kursi masing-masing tapi Alvin tak mau melepaskan tangan Riana walaupun mereka sudah duduk di kursi masing-masing


"Sayang lepaskan tanganku Aku sekarang ada di hadapanmu berhentilah memegang tanganku." ucap Briana merasa pegal tangan nya terus dipegang oleh Alvin tanpa berniat melepaskannya sejak awal setelah dia memeluk Briana


"Tidak sayang aku Tak akan melepaskan tanganmu aku sudah sangat merindukanmu Kau bahkan menyuruh Sofie yang mengantarkan undangan dan baju untuk ku di hari pernikahan Bastian nanti ucap Alvin


"Kau tahu kan aku sedang sibuk dan Ayah terus mengikuti ku tak bisa bergerak kemanapun ayah berkata padaku untuk sementara tidak boleh menemuimu aku membuat janji denganmu setelah Ibu mengatakan bahwa Ayah sudah menerimamu dan membiarkan diriku Dan dirimu bebas bertemu kapan saja." ucap Briana


Mendengar perkataan Briana mata Alvin berbinar bahagia mendengar perkataan tunangannya "benarkah jadi kita bebas bertemu kapanpun dimanapun saat aku merindukanmu." ucap Alvin dengan wajah sumringahnya


Briana tersenyum melihat kelakuan Alvin seperti sudah mendapatkan harta karun


Briana hanya tersenyum kaku mendengarkan perkataan Alvin karena dia juga mengetahui sebenarnya ayahnya belum ikhlas untuk menerima Alvin menjadi menantunya semua itu karena mamanya ayahnya tak akan berani melakukan hal yang dibenci oleh mamanya apalagi jika dihukum oleh mamanya ayahnya sangat takut


"Mungkin Ayah sudah tahu bahwa kau pria yang tepat untuk ku." ucap Briana


"Benarkah ayahmu sangat cepat mendapatkan hidayah tentangku aku sangat bersyukur akhirnya dia mengetahui bahwa aku adalah lelaki yang tepat untukmu." ucap Alvin sumringah


Briana hanya mengangguk saja sambil tersenyum simpul tak mungkin dia menjelaskan bahwa sebenarnya semua adalah berkat mamanya sehingga ayahnya tak mengganggu hubungan mereka lagi


Sementara itu di sebuah perusahan tepatnya di dalam ruanga tampak Brayen dan Brian sedang berdiskusi bersama Galang serta Deni, Galang yang masih kesal sangat cuek pada Brayen dan Brian membuat Deni bingung apa yang terjadi kenapa sepertinya Galang kesal dengan kedua saudaranya


Deni mendekati Galang "ada apa dengan mu kenapa kau sepertinya sangat kesal." tanya Deni sambil berbisik di dekat telinga Galang


"Ada seseorang yang melakukan hal licik pada saudaranya sendiri." ucap galang dengan lantang karena kesal


Deni yang mendengar suara lantang Galang tanpa merasa takut langsung menciut nyalinya dia mundur secara teratur berpindah tempat duduk ke tempat duduknya semula sementara si kembar yang mendengar hal tersebut cuek tanpa peduli apa yang dikatakan oleh Galang membuat Galang semakin kesal saja.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya