
Nining langsung menatap ke arah tapi dia berpikir bahwa perkataan Robert adalah perkataannya menyemangati dirinya bahwa dia harus makan untuk mengisi tenaganya yang terbuang karena tadi menangis
Nining makan dengan lahap tanpa mempedulikan Robert yang terus menatap ke arahnya dengan senyuman di bibirnya
Setelah makan malam tampak seorang pelayan mengetuk pintu kamar setelah pintu kamar dibuka pelayan tersebut masuk lalu membersihkan sisa makanan malam milik Robert dan Nining
Sementara itu di kota A tampak seorang pria dan seorang wanita yang baru selesai melakukan adegan panas di ranjang sedang membersihkan tubuh mereka di dalam kamar mandi sambil melanjutkan permainannya lagi Untuk yang kesekian kalinya
Kini kedua pasangan laknat tersebut sedang duduk sambil melahap makanan yang tadi sengaja mereka pesan karena merasa kelaparan setelah melakukan adegan panas berulang kali
"Apa kau tak ingin menghubungi Nining dia pasti sekarang sedang menunggu telepon darimu." ucap sang wanita sambil melahap makanan yang ada di hadapannya
"Kau benar aku harus menghubunginya aku juga tak ingin dia curiga pada kita berdua." ucap pria tersebut sambil bangkit dan mengambil ponsel miliknya yang dil letakan di meja dekat tempat tidur
Pria tersebut langsung menghubungi nomor Nining tapi setelah mencoba beberapa kali menghubungi Nining dan mengirim pesan tak ada balasan apapun dari Nining
Sementara itu di kerajaan Benua tepatnya di kamar Robert dan Nining tampak Robert yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Nining nampak sedang duduk di atas ranjang saat ponselnya berbunyi Nining lantas melihat siapa yang menghubunginya setelah melihat siapa yang menelpon Nining kembali duduk dia tak ingin mengakat panggilan telepon tersebut
Robert yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan mengunakan handuk yang hanya menutupi area pinggang dan pahanya memperlihatkan tubuh atletisnya, Robert mentap heran ke arah Nining yang hanya mentap dasar ponsel miliknya yang terus berbunyi
"Siapa yang menghubungi kenapa dari tadi kau tidak mengangkatnya." tanya Robert pada Nining yang masih terpaku menatap ponselnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Robert yang baru saja keluar dari kamar mandi
Nining Langsung terpaku melihat pemandangan di hadapannya wajah tampan tubuh atletis membuat mining tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh Robert
Melihat Nining yang hanya diam saja sambil menatap ke arahnya membuat Robert sedikit bingung Robert lantas mendekat ke arah Nining lalu melihat ponsel yang ada di dekat Nining sedangkan Nining yang masih terpaku langsung terkejut saat Robert tiba-tiba langsung duduk di sampingnya
"Ada apa denganmu Kenapa kau diam saja dari tadi apakah sesat terjadi dan kenapa kau tak mengangkat ponsel mu." tanya Robert dengan wajah serius sedangkan Nining langsung menunduk dengan wajah merona malu dia sungguh tak tahu harus mengatakan apa pada pria yang ada di hadapannya
Nining yang masih menunduk tak berani melihat ke arah Robert sedangkan Robert menatap lintas wajah Nining sambil tangannya masih berada di pundak Nining karena merasa sangat malu Yang terpaksa mengeluarkan suaranya "bisakah kau menggunakan pakaianmu." ucap Nining membuat Robert tersadar
Robert tersenyum jahil "kenapa aku harus menggunakan baju jika sebentar aku akan melepaskannya lagi sebaiknya aku begini saja." ucap Robert menggoda Nining
Nining langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya mendengar ucapan Robert sedangkan Robert langsung tertawa terbahak-bahak melihat ketika melihat istrinya yang bersifat seperti anak kecil
"Sekarang katakan siapa yang meneleponmu dan kenapa kau tak ingin mengangkatnya." tanya Robert
"Dia adalah tunanganku yang telah menghianatiku dengan sahabatku sendiri." ucap Nining dengan wajah sedihnya
"Sudahlah sebaiknya kau lupakan saja mantan tunangan mu tersebut apalagi sekarang kau sudah menikah dengan pria yang tampan seperti diriku tak mungkin kan kau akan lebih memilihnya daripada aku yang sekarang sudah sah menjadi suamimu." ucap Robert dengan wajah tengilnya
"Tapi kita menikah atas dasar keterpaksaan bukan karena saling menyukai apakah kau menerima pernikahan ini." tanya Nining dengan mimik serius pasalnya saya dari tadi dia ingin bertanya mengenai pernikahan nya dengan Robert yang cukup singkat apalagi Nining tak mengenal Robert
"Kau tahu aku selalu memegang prinsipku yaitu menikah sekali seumur hidup dan kau adalah wanita pertama yang ada dalam hidupku setelah ibuku walaupun pada awalnya pernikahan kita hanya karena keterpaksaan tapi apa salahnya kalau kita mencoba untuk mempertahankan pernikahan kita dan untuk masalah perasaan kita bisa memupuk perasaan itu hingga akhirnya kita bisa saling mencintai dan Aku akan berusaha menjadi suami dan pendamping hidup terbaik untukmu." ucap Robert sungguh-sungguh
Mendengar perkataan Robert membuat mining sangat terharu dia tak menyangka suami yang tampak dingin dan berwajah kaku mempunyai sisi romantis dia bahkan tak menyangka bahwa Robert akan serius dalam menjalani pernikahan dengannya padahal saat akan ijab kabul terjadi Robert mati-matian menolak pernikahan mereka
"Apa kau yakin dengan yang kau ucapkan padahal tadi saat akan ijab kabul kau menolak mentah-mentah pernikahan ini Apa yang membuat berubah pikiran." tanya Nining karena masih merasa tak percaya dengan perubahan sikap Robert padanya
Robert tersenyum sambil menatap lembut ke arah Nining aku hanya merasa tadi saat akan melakukan ijab Kabul aku belum melihat wajahmu dengan baik dan saat hal itu terjadi aku masih dalam keadaan panik sehingga tak berpikir tentang apa yang terjadi aku hanya memikirkan diriku sendiri yang seolah-olah hanya diriku yang menjadi korban dalam hal tersebut tapi sebenarnya korban sesungguhnya adalah dirimu." ucap Robert
Nining terpaku mendengar perkataan Robert memang benar saat ijab kabul Nining hanya menunduk sehingga wajahnya selalu tertutup dan dia juga merasa sangat hancur saat itu apalagi mendengar penolakan Robert terhadapnya dan saat itu memang keadaan sangat kacau karena ternyata bukan hanya Robert saja yang mengalami hal tersebut tapi Tuan mudanya juga mengalami hal yang sama dengan mereka
"Setelah Aku mengucapkan ijab Kabul dan aku melihatmu dengan jelas dan berpikir jernih aku pun mengambil keputusan akan berusaha mempertahankan pernikahan kita dan berusaha untuk mendapatkan cintamu." ucap Robert
Nining yang semula menunduk langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Robert dengan tatapan yang sulit diartikan
"Apakah kau mau menjadi pendamping hidupku seumur hidupmu." tanya Robert pada Nining tanpa sadar Nining mengaguk membuat Robert langsung memeluk tubuh ini
Antara itu di kota A tampak seorang pria menatap ponselnya "ada apa apakah Nining tak mengangkat panggilan teleponmu." tanya wanita yang berada bersama pria tersebut
Tersebut mengangguk "ya sedari tadi aku meneleponnya bahkan aku mengirimkan pesan padanya tapi tak ada balasan darinya." ucap pria tersebut
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya